CERITA LAMA yang menjadi CERITA BARU

Sebuah tentang cerita lama. Pada suatu ketika aku tidak sengaja mengerjakan tugas di tempat asing, yang kebetulan nama tempatnya juga CERITA LAMA, salah satu cafe di kota saya. Entah kebetulan apa yang akan terjadi karena saya juga kebetulan mempunyai janji bertemu si cerita lama kehidupan saya.

Pada waktu itu masih masa rekonsiliasi terhadap hubungan kami yang sempat renggang karena sebuah konflik hehehehehe. Ada yang berbeda, ia lebih dewasa, lebih bisa mengerti dan tidak egois. Ini pertama kalinya saya sekian lama tidak bertemu dia. Impresi positif yang menjadi awal sebuah cerita.

Awalnya hanya pertemuan biasa sekadar mengerjakan tugas bersama, nongkrong bersama, makan malam bersama, tanpa ada sesuatu yang timbul, saya pikir ah sudahlah yang lalu berlalu.

Seiring berjalannya waktu pertemuan yang intens membuat saya nyaman hehehehe. Saya yakin ia juga semakin kesini merasakan perasaan yang sama. Awalnya judes perlahan-lahan menjadi ramah, itu salah satu bukti.

Tapi ada satu masalah yang mengganjal, ia sekarang punya pacar, ndak tampan-tampan amat sih, kalau bersaing sama saya, ndak mundur blas saya hahahahaha.

Singkat cerita kami pun berkomitmen untuk memulai lagi hubungan yang dulu pernah sirna. Terlepas apapun hubungan yang sekarang ia jalani. hahaahaha.

Kami yang notabenenya baru rekonsiliasi langsung nyambung, apapun yang kami lakukan sama-sama mendukung, kecuali satu yaitu dia masih mempertahankan pacarnya yang itu, saya sangat tidak mendukung. Sebagai yang pernah menjadi juara dua dicerita lamanya tentu saja saya tidak mau untuk menjadi juara ke dua lagi sekarang.

Saya pun berusaha, lalu perlahan merasa berhasil menjadi juaranya. Tapi tugas masih belum selesai, saya ingin menjadi juara selamanya, sampai nanti.

Sebuah tentang cerita baru. Puncaknya kami memutuskan untuk cuti bersama dari kerjaan masing-masing melupakan penat. Kami pergi ke batu menghabiskan waktu bersama, semakin memperdalam rasa yang sudah tumbuh ini. Disitu saya merasa benar-benar miliknya dan dia milik saya seutuhnya.Tidak ada yang lain.

Cerita-cerita baru saya akan berlanjut, dan saya ingin menulis cerita-cerita baru tersebut tentang orang yang sama dan tentang kebahagiaan bukan kesedihan. Semoga saja diizinkan oleh Tuhan.

Terimakasih Tuhan telah menghadirkan lagi seseorang yang saya sebut Rumah, orang yang mengerti saya, yang membuat saya nyaman seperti di rumah. Seseorang yang selalu menjadi tempat berpulang. Entah apapun yang akan terjadi aku berharap, berharap sekali dia adalah pelabuhan kapalku bersandar.

Ia yang pertama saya sebut namanya dikala pagi, yang saya sebut namanya dikala malam, semoga ia juga.

SELAMAT DATANG CERITA BARU








Comments

Popular posts from this blog

HARI KARTINI

Gunung Pundak Bagi Pemula

Gus Mus dan Cak Nun