Rasa itu Hadir Lagi








Setelah saya putus baru-baru ini, secara tidak sengaja hati saya terbuka pada seseorang yang akhir-akhir ini memang sering banget ketemu karena kerjaan. 

Rasa itu hadir lagi, rasa yang dulu pernah menjadi stimulus untuk memuja dia, untuk memiliki dia.Pernah saya tulis di blog ini : kau ibarat trick sulap .Agak berbeda dengan rasa penasaran yang dulu pernah sempat ada, sekarang saya merasakan karena senyumannya.

Entah ada magnet tersendiri ketika dia tersenyum, saya rela kok meskipun hanya menjadi teman demi bisa melihat dia tersenyum tiap hari. Dan kayaknya juga ndak bakal saya mendapatkan hatinya karena sepertinya ia sudah menautkan hati pada seseorang yang tidak saya kenal.

Saya sering curi-curi kesempatan berpura-pura untuk membahas kerjaan, padahal aslinya saya lagi rindu. hahahaha.

Sifat lama saya muncul kembali yaitu cuman bisa memendam rasa. Tidak tahu harus ngapain, mau perhatian itu nanti dia ngerti kalau saya suka dia, kalau diam-diam itu ya gemes ingin berkomunikasi. Jadi serba salah.

Selama ini cuman bisa cengengesan saat di godain sama temen-temen yang entah gosip darimana mereka bisa tahu. yang saya takutkan cuman satu, dia tidak nyaman lalu sengaja pergi atau menjauh dari saya sekadar memuaskan dan memberitahu pada publik bahwa kita tidak ada hubungan apa-apa.Karena hal itu lebih lara dari ditolak setelah menyatakan cinta.

Tapi saya menikmati kok, menikmati proses ini, kadang ingin mundur, kadang juga ingin maju, kadang ingin berpindah ke lain hati tapi kadang juga ingin menetap selama-lamanya di relung senyum dia yang paling dalam. 

Menikmati saat rindu cuman bisa lihat senyum dia di galleri Hp yang perjumpaan terakhir saya sempat mencuri potret dia berdalih dokumentasi. Hahahahahaha. memang klasik cara saya tapi mau gimana lagi sekarang hanya ini yang bisa saya lakukan.

Ya semoga ya, kalau bisa sih harapannya bisa semakin dekat, kalau ndak bisa ya rela deh jadi penonton hahahahaha. 

selamat hari sabtu teman-teman.








Comments

Popular posts from this blog

HARI KARTINI

Gunung Pundak Bagi Pemula

PERPUSTAKAAN DAERAH ( PERPUSDA)