Pejalan Pelan

Saya selama ini sadar bahwa saya seorang pejalan pelan, apapun yang saya kerjakan pasti lamban selesainya, entah bermain game, entah mengerjakan PR, apalagi soal mendapatkan cinta, lamban sekali. Seberusaha apapun tetap lamban.

Pada waktu SMP lagi musimnya game online, saya kira karena saya tidak pintar di sekolah bisa saja saya memang dilahirkan untuk bermain game,saya mencoba bermain game online tapi apadaya saya memang lamban, teman-teman saya sudah mencapai level 99 saya masih level 30an. oke saya semakin yakin,memang tidak cocok juga di dunia pergame an.

Menginjak SMA dimana seharusnya masa-masa cinta tumbuh berkembang subur di anak seumuran saya, saya malah tidak tertarik sama sekali tentang cinta, yang ada hanya berangkat sekolah, bermain bola dan mengerjakan PR, lalu tidur. Pernah sih jatuh cinta sewaktu SMA tetapi ya gitu sekedar lewat.

Saya merasakan benar-benar jatuh cinta, dan ingin mempunyai pacar sewaktu saya kuliah, ya sangat lamban. Saat teman-teman dengan bangga cerita mantannya berapa saya waktu itu hanya bisa mendengarkan karena kenyataannya mantan saya nihil.

Untuk lulus kuliah pun saya rasa agak terlambat, terlambat memilih judul skripsi, terlambat mencari dosen pembimbing, dan terlambat mengerjakannya.  5 tahun baru lulus padahal seharusnya 4 tahun,

Setelah lulus, saya juga lamban dalam mendapat pekerjaan, hampir 6 bulanan saya menganggur. 

dan masih banyak yang lainnya kelambanan yang saya capai, hahahahahha

tapi walaupun lamban, saya berusaha semampunya dan mengikuti alur agar bisa selesai,  nyatanya mencapai hasil akhir yang lumayan manis. kecuali soal cinta ya, masih lamban hahahahaha.

nah sebenarnya bukan karena cepat atau lamban kita mampu mencapai suatu titik, tapi karena moment, yap orang-orang sering lupa pada variabel yang satu ini.

Akan tetapi saya masih belum yakin kalau saya ini memang pejalan pelan atau memang karena pemalas hahahahahaha.

Comments

Popular posts from this blog

HARI KARTINI

Gunung Pundak Bagi Pemula

Gus Mus dan Cak Nun