Posts

Showing posts from February, 2016

senyum itu untukku ?

Dulu... aku terbiasa saat melihatmu tersenyum, karena merasa senyum itu hanya milikku. Tapi sekarang ? melihatmu tersenyum padaku,  seperti melihat romeo bersatu dengan juliet, impossible.

Setiap aku kira kamu tersenyum padaku setiap itu pula aku kecewa, karena ternyata kamu tersenyum pada orang di belakangku, di sampingku, dan di depanku, lalu kepadaku kapan ?

Hai kesayangan, rasanya ingin bilang "disini loh ada aku yang setia menanti bibirmu tertarik keatas, kemana senyummu yang dulu ? Senyum yang hanya tertuju padaku, bukan orang di sekitarku."

Ketahuilah sayang, Aku selalu mencuri-curi pandang terhadapmu, karena tak kuasa aku kalau terang-terangan memandangmu. Bukan karena aku malu, hanya saja aku tak mau kau berpaling muka saat tahu aku memandangimu.

Bagiku sekedar sesekali melihatmu lebih baik ketimbang tidak melihatmu sama sekali.

Bukankah saat berdebar-debar orang jatuh cinta adalah saat dia tersenyum kepada kita dengan ikhlas ?

Terseyumlah kepadaku sayang, terseyum…

Andai

Hai blogger
Hari ini pertama saya kerja lagi, yap setelah sekian tahun saya menganggur, akhirnya saya keterima kerja.
Tapi ya gitu gaes, kok malah saya gak suka ya, saya cuman bisa berdoa meminta ridho Allah, Allah tahu yang terbaik buat hambanya.
Jika memang bukan terbaik buat saya, saya rela jadi pengangguran lagi, dan jika memang ini yang terbaik maka saya rela untuk bertahan.
Tapi disini saya akan bercerita mengapa sih saya kok giat kerja sebagai karyawan yang sebenarnya membelenggu kreatifitas saya, dan saya ndak suka hehehe.
Ya ndak lain karena dia, tuhkan jadi tiba-tiba kangen banget gaes.
Andai ya kalau dia masih jadi milik saya, saya pasti sudah chat dan cerita panjang lebar tentang bagaimana lelahnya saya di hari pertama kerja, bagaimana teman-teman baru saya, bagaimana suasana kerja saya, dan bagaimana atasan saya.
Karena apa saya berandai-andai ? Ya karena sesungguhnya memang saya melamar kerja karena dia, karena saya ingin seperti cowok pada umumnya yang bisa nraktir cew…

keluh kesah

Dear blog tercinta
Entah harus senang apa sedih saat orang yang disayang telah perlahan-lahan berubah, kemudian dia jujur mengapa dia berubah lalu meminta untuk putus. Sebagai lelaki yang flamboyan pun saya mengiyakan, buat apa hubungan atas dasar keterpaksaan ? Yang ada malah sakit dan sakit karena sudah ndak ada kenyamanan.
Setelah beberapa hari berlalu, tadi pagi kami ketemu saat latihan rutin. Seperti saat masih berstatus pacar, saya selalu memperhatikan dia, dia cantik hari ini gaes. Dan seperti biasa, saya deg-degan.
Gimana ya, walaupun bertatap muka tapi ada tembok yang kokoh menghalangi kami yang disebut "mantan", yaps saya bener-bener canggung gaes, bingung memposisikan saya harus bagaimana. Nggak bisa bersikap seperti ndak ada apa-apa. Karena memang ada apa-apa.
Kalau dicuekin itu ya namanya juga masih sayang, kalau di perhatiin terus itu takutnya malah saya ndak rela melepaskan. Bingung kan ? Sama.
Ya rasanya sama lah saat saya ngapel kerumahnya dulu, kalau ada p…

firasat

Sebenarnya saya mengerti apa maksudmu, perlahan-lahan menjauh, perlahan-lahan masa bodoh  terhadapku, maaf aku pura-pura tak tau. karena jujur  aku masih sangat sayang kamu
Bilang sayang, bilang yang sejujurnya apa maumu, insya Allah aku ikhlas kok atas keputusanmu.