Posts

Showing posts from June, 2014

WPAP

Image
Saya hanya melongo jika melihat gambar wajah kotak-kotak yang warnanya tumpang tindi kayak tembok TK. Awalnya saya bingung, itu seni apa. Setelah saya cari referensi sana sini ternyata namanya WPAP singkatan dari Wedha pop art potrait. Wo keren gak gaes ?, walaupun keren dan kebarat-baratan, ternyata penemunya adalah pak Wedha, asli orang Indonesia. Bukan blesteran, bukan naturalisasi.
Dengan ilmu pas-pasan, saya memberanikan diri untuk mencoba membuat WPAP. Karena saya bingung menentukan warna antar bidang, maklum saya mewarnai buku anak TK sajah belepotan. Jadi, saya membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 2 hari di percobaan pertama, itu pun hasilnya sangat mengecewakan. Bahkan bisa dibilang gagal total. Sekarang, saya jadi mengerti ternyata tidak hanya memilih pacar sajah yang susah, memilih warna yang harmonis juga susah gaes.
Berikut karya WPAP pertama saya gaes.






Menyedihkan......
Setelah menangisi WPAP wajah ndeso saya yang semakin kelihatan ndesonya, saya mencoba lagi. Sep…

Debat Capres

Image
Ada yang menarik saat debat capres kemarin di rumah saya. Tak biasanya ibu dan bapak menggerutu soal materi debat. Mereka biasanya menggerutu kalau tiba-tiba sinetron yang ditonton tiba-tiba saya ganti siaran bola. 
Saya pun bertanya, "tumben nggerutu buk?".
"iki loh, debat kok koyok iklan bocor-bocor" jawab beliau di ikuti dengan tawa.
Saya pun kekamar, nyedu kopi yang daritadi saya aduk sambil ketawa kecil. Ternyata bukan hanya sinetron sajah, debat pun bisa buat hiburan rakyat kecil. Padahal selama ini debat digembar-gembor kan sebagai tolak ukur masyarakat untuk memilih pemimpin yang pas.
Tapi bagi saya, debat capres hanyalah sebagai formalitas sesaat, kebenaran yang semu. Perkataan mereka tidak bisa dijadikan tolak ukur kapasitas kemampuan mereka. Rekam jejak dan dilapangan lah mereka dilihat berkompeten atau tidak. 
Ibarat cowok yang lagi PDKT, mereka adalah cowok yang bisanya memberikan janji-janji palsu, memberikan pandangan-pandangan yang sebatas "…

Bukan masalah pilih siapa

Image
Ada dua golongan yang saya sangat benci jika mereka mencoba menjadi penguasa negeri ini. 
Yang pertama, tipe orang yang menghancurkan tanah kelahiran saya (Sidoarjo) dan seenaknya lepas tanggung jawab, melobi pemerintah agar mau menyisihkan uang negara untuk mengganti rugi para korban. Sampean-sampean pasti ngerti orangnya. Yang kedua, tipe orang yang merampas Hak Asasi Manusia, siapapun itu. 
Dari hal itu saya bersumpah pada diri sendiri, kalau misalkan mereka mencalonkan presiden, maka saya salah satu orang yang akan berdiri didepan barisan untuk tidak memilih mereka gaes.
Karena tipe orang yang pertama tidak jadi mencalonkan presiden  dan kebetulan menjalin koalisi dengan tipe orang yang kedua, maka semakin memudahkan saya dan tak ada alasan bagi saya untuk tidak mencoret mereka dari daftar pilihan saya.
Maka sekarang tinggal uneg-uneg pada tipe orang yang kedua, yang perlu saya bahas. Sampean simak gaes.
Sebelum ditentukan pasangan capres dan cawapres, saya sudah membenci segala …

Bakso enak

Seorang wanita menghampiri laki-laki yang sibuk menuangkan kuah bakso ke beberapa mangkok.

"pa, lihat, dagangan kita laris manis."

"iya ma, alhamdulillah, apa kita perlu buka cabang lagi ?"

"seharusnya, tapi sekarang daging sedang mahal."

"tenang ma, disini masih banyak stok daging" jawab laki-laki itu sambil melirik ke sekumpulan anak-anak yang sedang bermain.

Bercumbu dengan Pantai Merah

Image
Setelah seminggu sebelumnya saya bersenggama dengan gunung penanggungan, minggu kemarin giliran saya bercumbu dengan pantai. Adalah pantai merah yang terletak di kota Banyuwangi menjadi destinasi saya kali ini.
Tak jarang, banyak yang mengira kalau hidup saya ini hedonis, disertai komen "orep kok foya-foya tok tip, duit teko endi ?". Lah ini, orang yang tidak pernah menjalin sistem kekeluargaan dengan baik dan benar. Kalau banyak saudara pasti ada jalan. Semuanya gratis kok gaes, cuman, kalau kencing ya tetep bayar seribu. hehehehehe.
Perjalanan dari kota sidoarjo menuju pantai merah tak ada yang menarik, selain saya tak henti-hentinya berdoa karena jalur yang saya lewati jalur antar provinsi, sebagian besar tak ada pemisah jalan dan mobil yang lewat gede-gede gaes.

Pantat saya terasa panas akibat duduk terlalu lama. Lah gimana nggak panas, wong berangkatnya jam 12.30 malem, sedangkan kaki saya baru menginjak pasir pantai sekitar jam 07.00 pagi. Ya kalau dalam mobil ada ce…

Bersenggama dengan Gunung Penanggungan

Image
Seminggu yang lalu, saya mencoba bersenggama dengan alam Indonesia, mendaki puncak gunung penanggungan. Awal yang susah bagi saya, dikarenakan saya tidak melakukan persiapan dengan baik dan benar. Wong teman-teman saya sudah persiapan lari-lari kecil sejak sebulan sebelumnya, bahkan ada yang sudah menjadi pendaki handal. Sedangkan saya ?, saya hanya tiduran dikamar sesekali mimpi miyabi. 
Membayangkan bagaimana jalur pendakian kepuncak, sudah cukup membuat saya ngos-ngosan. Apalagi dari selentingan kabar yang saya dengar, gunung penanggungan adalah miniatur gunung semeru. Itu loh gaes, gunung yang ada di pilm 5cm. Katanya, disamping treknya yang menanjak dan licin, disana juga susah air, berbeda dengan gunung-gunung lain yang airnya melimpah. Hal itu membuat saya membawa 3 botol besar air mineral, hanya buat minum dan masak. Beratnya jangan ditanyakan gaes.


Tidak akan ada langkah kedua jika tidak melakukan langkah pertama. Pepatah tersebut membuat saya semangat. Kira-kira jam 19.00, …