Posts

yang ku nanti

Image
Akhirnya momen itu hadir juga, momen yang lama saya nanti.
Sudah lama saya menanti berboncengan degan si dia, yap tidak muluk-muluk berboncengan, entah setiap saya modus selalu gagal hahaha, ada saja halangannya.
Tapi tidak kemarin.
Kemarin saya, ia, dan satu teman saya takziah ke salah satu teman. Awalnya ya biasa saja, seperti takziah pada umumnya. Menjadi tidak biasa bagi saya ketika kami pulang, entah karena teman saya yang satu  ini tahu bahwa saya ada rasa pada si doi ini atau memang males nganterin si doi karena arah pulangnya berbeda. Teman saya menyuruh si doi untuk nebeng saya, karena si doi berangkatnya nebeng sama temen saya.
Saya dengan malu-malu tapi mau tentu saja mengiyakan. Sambil senyum-senyum saya menerima dengan ikhlas si doi naik ke motor saya. Tiap hari juga saya bersedia.
Selama perjalanan kami mengobrol, tapi cuman sebentar karena cuman beberapa ratus meter. Ah sial rasanya ingin mengelilingi kota kalau gini, karena ngobrol sambil naik motor adalah kenikmatan …

Nonton Dilan 1991 (sendirian)

Image
Sebagai fans garis keras novel Dilan tentu senang jika difilmkan, saya sudah tau kebanyakan film adaptasi novel tidak sebagus novel tersebut, karena imajinasi saat membaca novel itu tak terbatas, sementara imajinasi saat menonton film sudah di atur dan di setting oleh sutradara. jadi ya wajar novel lebih bagus dari film. Apalagi di film pertamanya yang tidak begitu istimewa.

Hari pertama pemutaran saya memantau tixid, dan gila sudah penuh semua, tidak kebagian tiket. Termasuk juga hari kedua dan ketiga. Nah kebetulan kan sudah banyak yang nonton jadi review di sosmed sudah pada muncul, kebanyakan memberikan penilaian negatif. Lebay, gombalannya receh, nuansa 91' nya kurang kuat, dan lain-lain.

Awalnya saya ragu setelah membaca review netizen, apalagi teman-teman yang saya ajak menonton mereka pada nolak. Tapi bentar ini karena memang mereka tidak tertarik sama filmnya atau jangan-jangan karena tidak tertarik sama saya hahahahaha.

Setelah mempertimbangkan akhirnya saya memutuskan …

Pejalan Pelan

Saya selama ini sadar bahwa saya seorang pejalan pelan, apapun yang saya kerjakan pasti lamban selesainya, entah bermain game, entah mengerjakan PR, apalagi soal mendapatkan cinta, lamban sekali. Seberusaha apapun tetap lamban.
Pada waktu SMP lagi musimnya game online, saya kira karena saya tidak pintar di sekolah bisa saja saya memang dilahirkan untuk bermain game,saya mencoba bermain game online tapi apadaya saya memang lamban, teman-teman saya sudah mencapai level 99 saya masih level 30an. oke saya semakin yakin,memang tidak cocok juga di dunia pergame an.
Menginjak SMA dimana seharusnya masa-masa cinta tumbuh berkembang subur di anak seumuran saya, saya malah tidak tertarik sama sekali tentang cinta, yang ada hanya berangkat sekolah, bermain bola dan mengerjakan PR, lalu tidur. Pernah sih jatuh cinta sewaktu SMA tetapi ya gitu sekedar lewat.
Saya merasakan benar-benar jatuh cinta, dan ingin mempunyai pacar sewaktu saya kuliah, ya sangat lamban. Saat teman-teman dengan bangga ceri…

EGO MANUSIA YANG DINAMAKAN RINDU

Image
Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi egonya, berbagai cara akan dilakukan.

Termasuk juga soal rindu, jika seseorang sedang rindu pada orang yang di mauinya. Niscaya orang tersebut akan melakukan cara-cara agar bisa ketemu, apapun.

Sialnya orang itu adalah saya hahahahaha.

Beberapa hari memang saya dan ia tidak bertemu, karena memang lagi sibuk-sibuknya, dan ia juga tidak masuk salah satu rapat yang di adakan oleh kecamatan. Jadi sempurna nihil pertemuan kami.

Harus ketemu nih, apapun caranya, saya bergumam sendiri di selah-selah mengerjakan aplikasi keuangan. Setelah beberapa menit saya bengong mikir alasan apa untuk mengajak ia ketemu akhirnya dapat juga ide.

Makan Bakso.

Kami memang sama-sama pencinta bakso, jadi menurut saya alasan ini yang paling berpeluang sebagai cara untuk bertemu. Tapi beberapa hari ini ia mengeluh sakit, semoga sekarang sudah sehat dan mau.

"jadi sakit ta ?"
"iya tenggoranku gatal, kayaknya kurang makan bakso ni"

Duh, puc…

Rasa itu Hadir Lagi

Image
Setelah saya putus baru-baru ini, secara tidak sengaja hati saya terbuka pada seseorang yang akhir-akhir ini memang sering banget ketemu karena kerjaan. 
Rasa itu hadir lagi, rasa yang dulu pernah menjadi stimulus untuk memuja dia, untuk memiliki dia.Pernah saya tulis di blog ini : kau ibarat trick sulap .Agak berbeda dengan rasa penasaran yang dulu pernah sempat ada, sekarang saya merasakan karena senyumannya.
Entah ada magnet tersendiri ketika dia tersenyum, saya rela kok meskipun hanya menjadi teman demi bisa melihat dia tersenyum tiap hari. Dan kayaknya juga ndak bakal saya mendapatkan hatinya karena sepertinya ia sudah menautkan hati pada seseorang yang tidak saya kenal.
Saya sering curi-curi kesempatan berpura-pura untuk membahas kerjaan, padahal aslinya saya lagi rindu. hahahaha.
Sifat lama saya muncul kembali yaitu cuman bisa memendam rasa. Tidak tahu harus ngapain, mau perhatian itu nanti dia ngerti kalau saya suka dia, kalau diam-diam itu ya gemes ingin berkomunikasi. Jadi …

Prioritas

Prioritas adalah sebuah hal kecil namun berdampak besar terhadap kehidupan. Entah itu pekerjaan, pakaian, Ibadah, dan tentu saja cinta.

Oke saya batasi pembahasan prioritas ini hanya seputar pada prioritas percintaan.

Dalam percintaan, prioritas sangat penting bagi sebuah hubungan, kenapa ? karena menunjukkan seberapa kalian serius dan seberapa besar cinta kalian terhadap pacar. Sebagai catatan pacaran adalah komitmen yang konsekuensinya sudah kalian pahami.

Kalau tidak ada prioritas maka ngapain kalian berkomitmen untuk pacaran ? lah wong sama seperti teman. Misal balas chat ya sekiranya sempat saja, tanpa ada dedikasi untuk memprioritaskan chat tersebut.

Bahkan akan membuat salah satu pasangan akan merasa tidak dihargai, dan disepelehkan. Chat sama teman saja bisa cepat kenapa sama pacar sendiri tidak bisa ?. Kadang ada yang pura-pura sibuk, padahal tidak, kampret memang.

Sesibuk-sibuknya kalian, jika kalian merasa cinta maka saya yakin akan senang untuk sekedar ngobrol lewat chat …

Fahri Hamzah

Kadang apa yang selama ini kita yakini bukanlah apa yang sebenarnya, kecuali soal Agama gaes. 
sampe beberapa hari yang lalu, saya masih percaya bahwa Fahri Hamzah adalah salah satu tokoh politik yang ngawur dalam berbicara, selama ini saya mengikuti cuitan Fahri Hamzah di twitter. Cuitannya ngawur cenderung fitnah, tetapi pandangan tersebut berubah 180 derajat ketika saya menemukan video debat antara Budiman dan Fahri Hamzah di youtube. 
Debat tersebut di moderatori oleh pangeran siahaan dalam channel ASUMSI.
Pada acara tersebut saya rasa Fahri Hamzah sedikit unggul atas Budiman, berdasarkan pengamatan saya beberapa kali Fahri bisa mematahkan argumen Budiman, ya walaupun ndak telak-telak amat. Ya masih amanlah dalam dunia perdebatan hahahahahaha.
Bukan berarti Budiman kalah, tetapi hanya saja Fahri menunjukkan kelasnya dibanding yang selama ini Fahri tunjukkan di media atau di twitter. Saya sampai bengong lihat omongan Fahri yang menurut saya tajam mengiris logika -logika hatersnya …