Gunung Pundak Bagi Pemula



Gunung Pundak adalah salah satu gunung yang berada di Kab. Mojokerto, dekat dengan tempat wisata Trawas dan Pacet, jika kalian mempunyai rencana kesana ya langsung kesana saja, Ha...ha...ha.

Gunung Pundak ini, saya rasa masih belum seterkenal Gunung Welirang, Arjuno, dan Penanggungan. Karena saya juga baru akhir-akhir ini tahu kalau ada Gunung yang bernama Pundak, ya maklum selama ini saya tahunya lagu kepala-pundak-lutut-kaki. He...he..he.

Selain itu, pengunjung Gunung Pundak juga tidak seramai tiga gunung yang saya sebutkan diatas, bahkan saya waktu naik tidak ketemu orang sama sekali, ya kecuali rombongan saya. Barulah di puncak ketemu beberapa pendaki yang sedang berkemas untuk turun, dan rombongan satunya sibuk mendirikan tenda.

Selama perjalanan hampir seluruh jalur yang saya lewati tidak disinari matahari alias TEDUH, yap pohonnya masih rimbun gaes, malahan ada beberapa titik jalur yang harus “mbrasak-mbrasak” untuk melewatinya. Jadi meskipun saya naiknya jam 10 pagi tidak merasa kepanasan blas, beda dengan Gunung penanggungan jalurnya panas pol-polan. 





Jalur Gunung Pundak
kondisi jalur pendakian gunung pundak




Pendakian Gunung Pundak
masing-masing lagi sibuk memfoto objek di tengah jalur pendakian Gunung Pundak


foto di jalur Gunung Pundak
wefie di tengah-tengah jalur Gunung Pundak





Apalagi saat mendaki saya dan rombongan ditemani oleh kabut dan mendung, jadi semakin teduh malahan cenderung gelap suasana jalur pendakian.

Bagi pemula gimana ?

Sangat disarankan bagi pemula kalau mau naik gunung ya ke Pundak saja, karena treknya cenderung bersahabat, tidak panjang dan tidak terlalu nanjak, sangat berbeda dengan Gunung Penanggungan yang lebih panjang dan naiknya berasa dengkul ingin copot. tapi tetap hati-hati gaes karena ini alam bukan rumah. 




Selfie di Puncak Gunung Pundak
saya berfoto dengan papan tanda puncak Gunung Pundak





Menikmati pemandangan Gunung Pundak
Menikmati pemandangan Puncak Gunung Pundak walaupun di selimuti kabut

menikmati pemandangan Gunung Pundak
nyantai dulu di puncak Gunung Pundak

ngopi di Gunung Pundak
berkumpul di puncak Gunung Pundak di temani kabut



Setelah mengambil beberapa foto dengan papan penanda puncak dan foto narsis lainnya, gerimis dan kabut seolah mengusir saya, secara sengaja saya ndak bawa tenda atau flysheet bahkan jas hujan, dikarenakan memang niatnya untuk tek-tok (setelah puncak langsung turun). 

Sekitar pukul 15:00 saya turun dari puncak, barulah di perjalanan turun saya bertemu 4 rombongan yang mau naik, banyak ceweknya pulah. Batin saya menggerutu “lah kok ndak daritadi di puncak pas nyantai sih ketemu pendaki cewek gini kan lumayan buat penawar rasa lelah kampret”. Saya pun hanya bisa mencium sisa-sisa aroma parfumnya yang aduhai, saya sempat bingung juga para cewek-cewek ini mau naik gunung apa ke mol sih kok wangi amat. Ha...ha....


jalur saat turun Gunung Pundak
gaya saat turun

Saat ditengah-tengah perjalanan turun penyakit ujung kaki saya kumat lagi, padahal saat naik baik-baik saja. Mungkin dikarenakan saya memakai sepatu yang ngepas dengan kaki saya, jadi saat turun ujung kaki ndak ada ruang buat bergerak jadi nabrak ke ujung sepatu bagian dalam. Berungkali saya berhenti sebentar untuk mengistirahatkan ujung kaki saya, takutnya kalau dipaksa terus berjalan kuku kaki saya akan patah atau terlepas.

Sambil menahan rasa sakit di ujung kaki, saya berjalan pelan-pelan sambil sesekali selorotan atau ngesot, karena memang beberap spot ada yang curam, maklum lutut saya masih ada pen titaniumnya jadi kalau turun agak curam sedikit ndak bisa, harus selorotan. 

Kurang lebih memakan waktu 1,5 -2 jam an untuk turun, saya kira ini tergolong cepat dengan kondisi saya yang masih pemula naik gunung. Saya pun dengan teman-teman mengakhiri pendakian tipis-tipis dengan gembira, Dan perjalanan saya ke Gunung Pundak pun di tutup dengan makan bakso di jalan arah wisata pacet. Enak tenan.....