Cerita Pagi Ini




gunung saat senja




Pukul 06:00 pagi saya menjemput Ibu kerja, melewati beberapa desa, saat melewati sebuah persawahan terlihat 3 Gunung berdiri gagah, Gunung Arjuna, Welirang, dan Penanggungan. Saya berhenti kemudian memandang pemandangan yang langkah ini 9 dikarenakan saya jarang bangun pagi hahahaha.....). Sesaat itu pun bayangan saya melayang jauh menembus waktu masa lalu dimana saya saat itu masih SMA, masih minim rasa berjuang, memiliki, dan mempertahankan sesuatu.

Objek pandangan saya memang sama 3 Gunung tersebut, tapi yang ada di otak saya sangat berbeda. Waktu itu saya hanya memandang dan mengagumi pemandangan tersebut, sama sekali tidak ada keinginan untuk melihat lebih dekat, mendaki dan semacamnya. 

Sekali lagi waktu itu saya sangat puas hanya memandang, tapi pagi ini tidak, saya tidak cukup puas jika hanya memandang, ada sesuatu di dalam hati saya, saya ingin melihat lebih dekat dan mendaki, dan jika di mungkinkan saya ingin ke puncak 3 Gunung itu. Dan mungkin akan saya lakukan beberapa waktu yang akan datang.

Memang saya tidak asing sama 3 Gunung tersebut, saya pernah ke puncak Gunung Penanggungan , saya pernah kemping di kaki gunung welirang, bahkan dulu waktu SMA saya sering ngopi di daerah sana. 

Ndilalah saya kok kepikiran menghubungkan dengan apa yang saya katakan diatas yaitu memandang dan mengagumi sangat berbeda dengan rasa berjuang, ingin memiliki, dan mempertahankan. 

Bahwa rasa sebatas memandang dan mengagumi dari jauh ya sekedar itu takkan pernah ada suatu pengalaman baru yang terjadi, sangat berbeda jika ingin berjuang, ingin memiliki, dan mempertahankan. 

Dan sekarang saya sadar kenapa jomblo sampai saat ini, tidak lain karena rasa berjuang, rasa ingin memiliki, dan rasa mempertahankan saya sudah lama hilang sudah di gondol sama yang lama... hauhahahahah malah curhat. 

Alarm jam tangan saya berbunyi menandakan jika sudah waktunya Ibu saya keluar pabrik, saat itu pun saya membuyarkan lamunan dan renungan lalu menancap gas, gawat kalau saya sampai terlambat menjemput Ibu, ndak etis sekalinya jemput malah terlambat heuehueheuheue.