Gus Mus dan Cak Nun

Baru-baru ini Negara Indonesia gaduh oleh perdebatan Ulama yang benar-benar ulama dan Ulama yang hanya penampilannya saja ulama tapi sikapnya tidak mencerminkan ulama, dua kubu yang saling berdebat dan membenarkan pendapatnya masing-masing, tapi tenang saya ndak akan terjebak dalam lingkup tersebut, disini saya tidak akan memperdebatkan mana yang benar  dan salah, saya disini cuman akan membahas siapa yang saya anggap sebagai teladan saya. Yaitu Gus Mus dan Cak Nun.

Caknun


vector caknun
karya vector saya untuk persembahan ke Jannatul Maiyah dan ulang tahun Caknun


Cak Nun memiliki cara berpikir yang asyik, adem, dan mengayomi. untuk itu saya kali ini mau cerita pertama kali saya ikut pengajiannya CakNun atau lazim disebut Maiyah-an. Saya sudah ikut aktif maiyahan kurang lebih 2 tahun, sebenarnya saya sudah sering melihat di youtube dari tahun 2011 an, tapi hanya sekedar melihat di youtube ndak pernah ikut langsung. 

Dan saya berkesempatan ikut pertama kali diajak oleh tetangga saya, ndak nyangka saya langsung jatuh cinta pada Maiyahan, pada caknun, dan pada pembahasan-pembahasan yang disampaikan. saya seperti mendapat jawaban-jawaban yang selama ini saya pertanyakan pada hati saya. 

Tapi kalau ditanya "emang apa yang sampean tanyakan tip, dan jawabannya apa ?" jujur saja saya ndak bisa menjawab, karena ndak bisa diungkapkan dengan kata-kata, semacam kepuasan, entah bagaimana saya menjelaskannya huheuheuheue. 

Dua Tahun ini saya mendapat banyak pelajaran bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya , bagaimana menghadapi kehidupan yang semestinya, dan bagaimana mencintai Allah tanpa embel-embel ingin imbalan. walaupun memang susah mengamalkannya. Dan saya masih jauh dari itu semua.

Menurut saya Cak nun itu ibarat payung, yang bisa menasehati tanpa menggurui para bajingan-bajingan, dan bajingan-bajingan tersebut merasa dihargai sebagai manusia, sifat bajingannya pun luntur berganti dengan sifat manusianya. Bayangkan jika bajingan-bajingan di tunjukkan kebajingannya maka akan semakin menjadi bajingan, sifat manusia nya akan semakin hilang.

Bisa dilihat dari yang datang maiyahan, pakaiannya ndak karu-karuan, ada yang reggae, ada yang punk, ada yang tattoan, dan lain-lain. Mungkin di pengajian-pengajian lainnya orang-orang yang seperti itu akan di cap negatif. tapi di maiyahan tidak, kita semua sama, sama-sama belajar menjadi lebih baik.

Gus Mus


vector gusmus
vector gusmus buatan saya  sendiri


Gus Mus selain ulama juga penulis buku dan puisi, khusus puisi nya seringkali berseliweran di sosial media, saya sangat suka puisi-puisi gusmus,  puisinya seperti mewakili suara saya. tidak hanya puisi, status facebooknya pun seringkali dibagikan ribuan kali.

Gus mus menurut saya kalau ceramah paling adem, dan sepengetahuan saya ndak pernah menyalakan golongan tertentu, mungkin karena dia orang NU jadi ke Nu annya dijaga, yaitu ceramah dengan lembut, dari hati ke hati. Bahkan Gusmus pernah mbrebes mili (menangis) waktu pemilihan ketua PBNU.

Dalam salah satu ceramahnya Gusmus pernah bercerita "kemesraanya" dengan almarhum Gusdur sewaktu menempu ilmu di Mesir yang menyiratkan memang mereka bersahabat sejak lama.

Itulah pembahasan singkat dari saya atas dua orang yang menjadi teladan saya, kalau mau lengkap ya cek google saja huehuehuehue....