Kesasar ke Baluran


Kesasar ke BALURAN

Bagaimana kesalnya pak penjaga loket Baluran

Pada awalnya saya kira Baluran adalah suatu hutan yang kosong yang nggak ada manusia nya sama sekali, pasti seru dong camping disana, bermalam di depan tenda sambil melihat bintang, melihat masa depan, atau minimal ngobrol sama macan. Apalagi saat saya mencari referensi di internet, background foto campingnya keren-keren. 

Tapi semua itu sirna saat saya dan rombongan sampai di pos jaga Taman Nasional Baluran, penjaganya cuek banget kayak gebetan yang lagi saya PDKT-in. Perjalanan jauh dan Lelah bercampur kesal membuat saya uring-uringan saat mas penjaga bilang kalau jam 4 sore sudah tutup dan tidak boleh camping didalam, padahal di internet dijelaskan kalau ada camping ground, entah mana yang bohong. 

Sebagai alternatifnya, mas penjaga merekomendasikan untuk menginap di pantai tidak jauh dari situ sekitar 3km an. Saya dan teman-teman pun mengiyakan karena sudah resah disitu melihat muka mas penjaga yang guateli. 

Sesampai di pantai, kami disambut oleh penjaga pantai, disitu ada sebuah pos sebesar rumah. pak penjaga pantai pun mempersilahkan kami tidur di atas pos. Tapi kami curiga nanti kami disuruh bayar, sepertinya mas penjaga pos TNB dan pak penjaga pantai sudah lama bekerja sama dalam situasi dan kondisi seperti ini, sangat terstruktur dan rapi. 

Benar dugaan kami, ndak berselang lama pak penjaga pantai pun bilang kalau tidur diatas cuman mengganti uang kebersihan. Oalah, wong saya sajah cuman bawa uang 50 ribu kok disuruh bayar. Kami pun mengeles karena menurut pengalaman yang sudah-sudah ujungnya nggak murah alias kena tipu. Kami pun bilang kalau tujuan kami cuman minta ijin buat camping di pantai ini. 

Dengan alasan keamanan, pak penjaga pantai ndak ngasih ijin. Entah karena mereka berharap kami terpaksa menginap di atas, atau memang keamanan disitu memang tidak kondusif. Kami pun bingung mau tidur dimana lagi. Kalau balik tanya ke mas penjaga pos pasti juga di muter-muterin. 

Kami pun pergi tak tentu arah, lalu terpikirkan untuk mencoba bertanya ke penduduk sekitar, dan alhamdulillah ternyata ada camping ground lain yang tak jauh dari situ. Kami pun bergegas menuju lokasi yang di jelaskan, dan ternyata terpampang jelas banner bertuliskan SELAMAT DATANG PESERTA LDKS SMPN 1 bla bla saya lupa namanya huehuehue.Kampret ternyata camping groundnya lagi dipake acara anak SMP, duh sial banget ya kami. 

suasana sekitar  camping ground kami



Saat kami masuk di area camping, semua mata tertuju pada kami. Mulai dari murid SMP, kakak pembina, sampai abang-abang penjual es dan gorengan. Dengan terpaksa pun kamu mendirikan tenda di sekitar acara anak SMP tersebut tapi agak menjauh biar ndak saling mengganggu.

Dan sialnya, tempat kami mendirikan tenda ternyata adalah toilet terbuka, saya beberapa kali hampir menginjak kotoran yang mengering, kampret sial yang bertubi-tubi. Kami geser lagi ke tempat yang agak terbuka.

Saat malam agak tenang, karena gelap jadi mau ngapain enak, mau koloran doang enak, mau duduk didepan tenda juga enak. Tapi masalah datang lagi, teman saya lupa bawah nesting....padahal sudah dijadwalkan kita hanya masak, ndak pake beli makanan, lalu kalau ndak ada nesting masaknya pake apa ? helm ? hahahhaha. 

Akhirnya teman saya pun nyari kaleng bekas biskuit, entah saya ndak tahu dia dapet darimana pokoknya bisa makan udah syukur heuheuheuhue.

Ah hari yang melelahkan

Kesasar ke Baluran yang sebenarnya telah dimulai

bekol

Saat pagi tiba kami langsung bergegas ke taman baluran (lagi) dan alhamdulillah sekarang bisa masuk, jika kalian memakai kendaraan roda dua diharapkan pelan-pelan ya gaes soalnya jalan dari gerbang ke taman balurannya cukup jauh dan jalannya ndak enak bluas,, batu - batu tok. Apalagi pas di tengah-tengah perjalanan ban bocor bisa menderita gaes. pokoknya persiapkan sebaik mungkin kendaraan kalian.
dari gerbang menuju ke bekol

dari gerbang menuju ke bekol


Selama perjalanan kalian akan di suguhi pemandangan hutan kanan kiri, dan beberapa ekor satwa antara lain kera, ayam hutan, burung merak, dan kancil. Setelah perjalanan dengan jalan yang ndak enak selama 7km an akhirnya sampai juga di bekol, yaitu padang rumput yang luas dengan background pemandangan gunung baluran dan pohon-pohon besar ditengah-tengah, disini kalau saat kemarau mirip suasanya di mars gaes, hamparan tanah merah huehueuhue... semakin menambah ke elokan bekol. Di bekol kami pun naik ke menara pemantau untuk melihat keseluruhan taman baluran dan melihat beberapa ekor rusa dan kerbau yang segede banteng. 

foto sama sisa-sisa kerbau 



mars



tangga menuju tower pemantau

pemandangan gunung baluran






memandang pohon di bekol


Saat mau melanjutkan perjalanan ke pantai bama, ternyata ada barang kami yang dicuri oleh sekawanan kera, kera disini nakal-nakal kayak kelakuan mantan, suka nyuri hati kemudian lari. duh kan jadi baper hahahhaha.

pantai bama 


kami pun langsung ke pantai bama jaraknya lumayan dari bekol, saat di bama ternyata kera nya semakin banyak dan semakin arogan, kera di bama ndak takut sama manusia gaes, malah nantang pake gigi mereka, beberapa kali teriakan pengunjung yang ketakutan terdengar disekitar kami, pokoknya kalau mau ke pantai  bama harus bawah tongkat kayu untuk menakut-nakuti kera, kalau ndak gitu bisa-bisa kalian di begal sama sekawanan kera yang gedenya menakutkan.

hutan bakau di bama

jembatan di pantai bama

narsis bentar, tapi tetep waspada sama kera


tuh temen saya lagi masak pake kaleng biskuit hahahaha


nulis-nulis dipantai kayak anak alay


Setelah puas berhadap-hadapan sama geng-geng kera kami pun melanjutkan perjalanan pulang, selama perjalanan ke gerbang saya melihat beberapa kendaraan roda empat yang ban nya bermasalah, ndak heran sih kalau banyak yang bocor karena memang jalannya ekstrim. 

Jadi persiapkan dengan benar kendaraan kalian kalau ke baluran.

ya sudah ya gaes selamat berlibur. Karena kesasar ke baluran itu keren hahahahahha