Andai


Hai blogger

Hari ini pertama saya kerja lagi, yap setelah sekian tahun saya menganggur, akhirnya saya keterima kerja.

Tapi ya gitu gaes, kok malah saya gak suka ya, saya cuman bisa berdoa meminta ridho Allah, Allah tahu yang terbaik buat hambanya.

Jika memang bukan terbaik buat saya, saya rela jadi pengangguran lagi, dan jika memang ini yang terbaik maka saya rela untuk bertahan.

Tapi disini saya akan bercerita mengapa sih saya kok giat kerja sebagai karyawan yang sebenarnya membelenggu kreatifitas saya, dan saya ndak suka hehehe.

Ya ndak lain karena dia, tuhkan jadi tiba-tiba kangen banget gaes.

Andai ya kalau dia masih jadi milik saya, saya pasti sudah chat dan cerita panjang lebar tentang bagaimana lelahnya saya di hari pertama kerja, bagaimana teman-teman baru saya, bagaimana suasana kerja saya, dan bagaimana atasan saya.

Karena apa saya berandai-andai ? Ya karena sesungguhnya memang saya melamar kerja karena dia, karena saya ingin seperti cowok pada umumnya yang bisa nraktir ceweknya di cafe, di tempat romantis, atau di restoran ternama.
Dan semua itu takkan terwujud jika saya tetap menjadi pengangguran.

Yang paling saya ingat adalah, 25 tahun umur saya, baru pertama ini saya memiliki niatan untuk menikah, ya lagi-lagi karena dia. Padahal sebelumnya ndak kepikiran blas, yang ada hanya ingin main-main.

Untuk menikah, ya saya harus kerja...

Tapi..... saat ini, tujuan itu telah hilang.... sirna..... dan tak nampak lagi.

Andai kamu tahu sayang, kalau disini ada lelaki yang awalnya ndak kepikiran untuk kerja, jadi ingin kerja, yang awalnya ndak kepikiran buat nikah, jadi ingin nikah. Mungkin tak tahu, dan kamu takkan pernah tahu sayang.

Dan mungkin ini hanya menjadi pengandaian selamanya.