Teruntuk F yang hilang


Teruntuk F yang hilang


Hai F bagaimana kabarmu, aku mendengar kabar jika sekarang kau dijakarta, meneruskan cita-citamu sedari dulu yang sering kau katakan padaku, meninggalkan semua kenangan kita di kota ini. Aku juga mendengar jika kau sudah lupa tentang aku.

Masih ingatkah kita pertama bertemu di jembatan itu ?, aku malu-malu menegurmu, dan kau pun hanya tersenyum melihat tingkahku.


Tak ingatkah juga kau yang mengajari ku bagaimana jatuh cinta dipandangan pertama, sepulang dari "kencan pertama" itu kau mengatakan cinta padaku, ya meskipun saat itu aku masih belum percaya atas ucapanmu. Akhirnya aku menerima mu dengan satu syarat yang mengada-ada.



Tapi kau dengan sabar menghadapi ke aroganan dan kecuekanku saat itu, dan setia menunggu hingga aku benar-benar juga mecintaimu. Sampai dimana cintaku malah lebih besar daripada cintamu.


Aku tak tau apakah kau membalas dendam perlakuanku kepadamu yang dulu, atau kau memang sibuk, sehingga kau selalu menghindar saat aku mengajak kencan di malam minggu.


Kau pun mulai rindu kecuekanku, mulai risih perhatianku yang berlebihan padamu, maaf saat itu aku amat sayang padamu, sehingga membuat logika ku penuh dugaan-dugaan. 


Teruntuk F yang hilang


Saat ini ijinkan aku mengenang hal-hal kecil yang kau lakukan dulu, karena dengan itu aku masih bisa merasakan sisa-sisa ketulusanmu yang tak ku dapatkan akhir-akhir ini.


Teruntuk F yang hilang.

3 komentar