SEDIKIT CERITA

ilustrasi oleh : saya sendiri



Bisa dibilang Tuhan menciptakan dua jenis manusia gaes. Yang pertama jenis manusia pencipta, apapun yang dikerjakan pasti hasilnya bagus, elegan nan indah. Yang kedua jenis manusia perusak, apapun yang dikerjakan tidak karuan hasilnya, kalau ini saya termasuk salah satunya. Tentu dalam konteks ini pencipta dan perusak bukan arti secara harfiah, melainkan hanya istilah yang saya gunakan agar kalimat saya terlihat meyakinkan dimata sampean-sampean.

Saat SMA, saya mempunyai teman yang berjenis manusia pencipta, tak jarang saya sering mengecek tangannya, apakah ada susuknya atau tidak. Maklumlah gaes saya curiga, masa se-level anak SMA pada waktu itu sudah bisa menggambar lekuk tubuh wanita telanjang dengan indahnya, menggambar wajah saya yang notabennya sekelas pak Jokowi terlihat sekelas Aliando. Itu loh gaes bintang utama ganteng-ganteng serigala.

Adalah Agung Prabowo, teman sekelas saya pada waktu kelas 1 SMA dulu. Setiap pelajaran seni, sudah dapat dipastikan dia lah yang menyabet nilai tertinggi. Tak jarang pula teman-teman sering meminta Agung untuk menggambar di tas, di buku, dan di tubuh mereka. Yang terakhir itu kata Agung khusus teman perempuan. Dasar otak cowok, padahal kan saya juga pengen. Hahahahahaha.

Oh ya.... saya ingat, kalo tidak salah dia juga pernah menang lomba bikin komik di Unair loh gaes, tapi saya lupa dia juara berapa, hehehehehe.......kalau ketemu coba sampean tanyakan sendiri ke dia. Yang terpenting adalah dia mampu bersaing dengan mahasiswa padahal waktu itu Agung masih siswa kelas satu SMA. “Memang bahaya itu anak” kalau kata Ahmad Dhani.

Tapi sayang, kisah asmaranya tak sejalan dengan keahlian nggambarnya. Walaupun Agung pernah menggaet beberapa adik kelas yang cantik, tapi sekarang dia JOMBLO. Jadi kalau sampean wanita dan merasa jomblo, sampean masih punya kesempatan, sampean bisa daftar ke saya. Soal komisi itu gampang bisa dibicarakan nanti. Loh .......#Ampun gung aku mbongkar rahasiamu hehehehehehe.

salah satu lukisan Agung
beserta bonus penampakan agung



Lambat laun kemampuan Agung semakin mumpuni, apalagi sewaktu masuk jurusan seni di Universitas Negeri Malang, dia semakin kelihatan nyeni-nya. Yang dulunya mandi 2x sehari, semenjak kuliah seni, mandi 2 hari sekali. “Nyeni si nyeni gung, ya tapi mbok mikir perasaan orang disebelahmu ini” komplain salah satu temen saya sewaktu ngopi bareng di ikuti dengan gelak tawa teman-teman. Tapi ndak tau lagi kalau sekarang, tetep begitu atau sudah berubah.

Memang benar kata orang, pelajaran yang “sebenarnya” bukan di bangku kuliahan, melainkan setelahnya. Setelah lulus kuliah saya rasa Agung semakin menemukan jati dirinya. Dia semakin aktif ikut komunitas seni, dan beberapa kali ikut pameran lukisan, saya pernah diajak ke salah satu pamerannya.

Ternyata enak ya jadi pelukis, setali tiga uang, bisa pamer karya kita ke khalayak umum juga bisa modus ke para pengunjung wanita. Dengan dali menjelaskan isi dari lukisan dan ngasih tanda tangan bertujuan dapat perhatian, asyek............. #ampun Gung aku mbongkar rahasiamu lagi. Hahahahaha

Kalau dilihat-lihat lukisan Agung akhir-akhir ini lebih berwarna dan temanya pun lebih ringan daripada lukisan dia yang terpajang dirumahnya. Kalau sampean ke rumahnya Agung, sampean akan menjumpai banyak lukisan yang menurut saya warnanya remang-remang dan tema nya pun berat, salah satunya lukisan foto mantannya Agung. 



Tapi ya gitu selalu mengelak jika saya bertanya apakah benar bahwa sosok lukisan itu adalah mantanya si Agung, jawabannya selalu sama “dudu tip, iku artis ftv”. Huehuehue biar menjadi rahasia hanya Agung dan Tuhan yang tahu. 

Dan kabar terakhir kemarin dia memenangi lomba lukisan di jogja. Semoga sukses gung menangi lah lomba-lomba yang lainnya, karena saya yakin kamu bisa. Huehuheue.