entah kenapa




Entah kenapa susah sekali melupakan wanita satu ini, setiap bertemu dengannya selalu ada rasa yang menggeletik, selalu ingin menuliskan cerita tentang dia beserta keindahannya. 


mengabaikan kenyataan kalau dia sebentar lagi menikah, mengabaikan kalau saya hanya masa lalunya, mengabaikan kalau berdosa bila menyentuhnya.



Ada yang bilang, bukankah masa lalu untuk dilupakan ?

memang mudah bagi kebanyakan pria untuk melupakan wanita, bahkan ada yang hitungan detik bisa melupakan kenangan, kesedihan, serta mereset seperti tak pernah mengenal, tapi itu tidak berlaku bagi saya. karena dia memang tidak layak untuk dilupakan, dia hanya layak untuk dikagumi, dicintai, dan dikenang.


Naif memang jika saya bilang tidak punya hasrat untuk memilikinya. Saya sangat ingin memilikinya, Saya ingin wanita ini setiap hari menjadi morfin yang membunuh rasa lelah, kesedihan, dan kenyataan saya.

Menjadi cat yang setiap hari menuangkan warnanya di kehidupan saya, menjadi bejana yang setiap hari menampung keluh kesa saya.

Mungkin hanya beberapa saat lagi saya bisa ngobrol dengan dia karena dalam waktu dekat ini dia naik pelaminan, meninggalkan masa lalu saya menatap masa depan bersama suaminya.

Memang saya mau tak mau harus menerima satu persatu wanita yang pernah mengisi hati saya naik pelaminan dengan pria lain karena memang saat ini mereka berada di usia emas pernikahan. Itulah kenyataannya.

Tapi ini lain cerita, karena dia mantan terakhir saya, mantan yang masih bisa menimbulkan kerinduan.

Hari semakin dekat, semakin ikhlas saya untuk melepasnya, semakin antusias ingin melihat dia dan suaminya berdiri di pelaminan menghantarkan senyum ke semua undangan.


-salam-

2 komentar

hemm, kok rasanya sakit ya baca postingan ini ya.

apa lagi mas yang nulis ya ?