Bukan Tak Mampu

Pernah mencintai orang yang sudah punya pacar ?.

Bambang manggut-manggut mendengarkan lagu dangdut kesukaannya. Imajinasinya mundur sejenak, disaat dia lari-larian di pantai bersama seorang cewek, saling memandang lalu saling kentut. Adalah Patimah nama cewek itu, teman satu kampus Bambang.

Bambang ingin sekali meningkatkan hubungannya dengan Patimah ke jenjang yang serius. Tapi,,, Bambang sadar kalau Patimah sudah punya pacar. Hal itu yang membuat Bambang bingung, kalau dilepas sudah terlanjur sayang, kalau gak dilepas fikiran Bambang tak karuan. Membuat rambut Bambang semakin kribo.

Sudah tak diragukan lagi usaha Bambang, bangun tidur tengah malam berdoa agar bisa bersama Patimah, bangun pagi buta agar bisa menjadi orang yang pertama kali mengucapkan selamat pagi ke Patimah. Pulang terakhir, agar bisa bilang "pulang bareng yuk patimah, becak ku baru loh". Tapi .. hasilnya nihil. Patimah tak bergeming, Patimah tetep memilih pacarnya.



"Bang dicariin patimah tu" kata temen sekelas Bambang membuyarkan lamunannya, Bambang panik beserta gugup kalau ada patimah, memang sudah kebiasaannya sejak dulu, sifat itu lah yang membuat patimah gemes kepada Bambang, namun apa lah daya, cinta mereka terbentur cinta yang lain.

"ada apa patim ?" tanya Bambang

"kamu kemana ajah Bang kok dicariin dimana-mana nggak ada ?" tanya balik patimah

"emang kamu nyarinya dimana ?" tanya balik Bambang dengan nada ketus

"di kolong kursi kelas, hahaahahahaha" patimah mencoba mencairkan suasana

"menurut kamu itu lucu ?" kata Bambang, kemudian ia pergi meninggalkan sejuta pertanyaan dikepala patimah.

what happen ? kata batin Patimah, padahal biasanya mendengar hal yang nggak lucu pun Bambang selalu ketawa-ketiwi. Ya namanya orang cemburu, selucu apapun pasti ndak pengaruh, bawaannya cemberut melulu.

Sementara itu Bambang memutar keras lagu dangdut favoritnya "Bukan Tak mampu".... Bambang melamun sedih, sampai kapan cintanya begini terus.... dibawah bayang-bayang pacar patimah. Hati siapa yang tak terketuk saat cintanya terhalang orang lain.


Berdosakah bila aku katakan aku jatuh cinta kepada dirimu

Walaupun kau tak sendiri lagi azinkanlah aku menyayangimu…
Walau tak mungkin lagi memiliki dirimu Maafkanlah bila cintaku suatu dosa..

Sungguh diriku tiada mengerti..
Mengapa ku jatuh Cinta kepada dirimu…..
Hanya kepadamu…..
Bukan tak mampu.. mencari yang lain
Aku melihat dirimu ku sudah bahagia….
Hatiku bahagia….


Semenjak itu Bambang dan Patimah berjauhan, seperti kutub magnet sejenis jika didekatkan. Bambang bertanya-tanya, kenapa si Patimah lebih memilih pacarnya daripada memilih Bambang, apa sih yang membuat Patimah tak bergeming.





Setelah introspeksi diri sendiri Bambang akhirnya mengerti, ternyata kemapanan lah yang membedakan Bambang dengan pacar Patimah, Bambang naiknya becak, pacar Patimah naiknya alphard, Bambang mandinya di empang, pacar Patimah mandinya di jakuzi, Bambang hanya bisa membahagiakan Patimah dengan lelucon, Pacar Patimah bisa membahagiakan dengan memenuhi segala yang Patimah minta.

Bambang pun menyerah dengan keterbatasannya, seperti lagu yang ia dengarkan, bukannya tak Mampu berjuang, tapi bukankah lebih baik sadar diri dan mundur pelan dari cerita mereka berdua, daripada tetap bertahan didalam cerita mereka, toh hasilnya sudah diketahui, Patimah akan lebih bahagia bersama pacarnya daripada bersama Bambang.

Bambang pun gak masuk kuliah selamanya dan akhirnya D.O.

                                                             
                                 

                                                                           TAMAT.






5 komentar

terharu,,hikhiks tapi langkah yang km ambil udah tepat kok,sabar ya :)

duh pengalaman pribadi ye bang .. penyakit itu suka sama pacar orang wkwkkwkw