Nyamuk, cicak, dan kodok

Di suatu pagi yang cerah namun sedikit mendung, rame lalu lalang orang berlarian. Hiduplah seekor nyamuk nakal berbadan besar yang menghisap satu persatu warga desa, beberapa warga diantaranya meninggal. 

Di hari berikutnya datanglah seekor cicak yang di kenal oleh masyarakat sebagai pembasmi nyamuk. Penghuni desa pun merasa aman atas kehadiran cicak. Tapi sang cicak merasa dibutuhkan oleh warga, sehingga sang cicak pun semena-mena, memanfaatkan ketergantungan warga tidak langsung membunuh nyamuk.

Minta hidangan beberapa wanita untuk menemani dan disediakan makanan yang enak, setiap malam puluhan tukang pijat silih berganti memijat sang cicak. Tetapi sang nyamuk tetap dibiarkan menghisap para warga.


Kabar semena-menanya sang cicak pun akhirnya sampai di telinga si kodok. Sikodok pun ikut hijrah ke desa tersebut. Dicarilah sang nyamuk yang lagi enak-enaknya menghisap darah para warga, sang nyamuk pun kaget setengah mati, pemangsanya sudah ada di depannya. Sang nyamuk pun pasrah bilamana lidah sikodok menjulur, matilah dia. 

"hai kau nyamuk" 

"am....am...pun.... kodok, ampuni aku, aku berjanji akan menjadi nyamuk yang baik"

"tidak nyamuk, kau sudah terlalu nakal, tidak akan menjadi baik"

"tidak kodok, sebagai buktinya aku akan menuruti yang kau perintahkan"

Si kodok pun berfikir sejenak kira-kira apa yang bisa membuat jera sang nyamuk. 

"oke, untuk menebus dosa-dosamu sebagai gantinya kau harus menghisap darah cicak yang tamak itu" kata sang kodok.

Sang nyamuk pun berfikir licik, ia akan menuruti itu kemudian akan menghisap darah para warga lagi setelah si kodok pergi. 

"oke kodok, aku setuju.... aku akan menghisap cicak kemudian aku akan pergi" 

Si kodok pun tertipu tipu muslihat sang nyamuk dan membiarkan nyamuk pergi untuk menghisap darah cicak. Sang nyamuk menyelinap ke tempat cicak yang sedang tidur pulas ditemani gadis-gadis desa. "CUS...." di hisaplah darah cicak, dalam hitungan beberapa menit mereganglah nyawa si cicak. 

Sang nyamuk pun tertawa, sudah tiada lagi yang bisa menghentikannya untuk menghisap para warga karena cicak mati sementara si kodok sudah pergi. Tetapi rupanya di darah cicak ada racunnya yang membuat tubuh nyamuk mengecil seperti nyamuk yang kita kenal sekarang ini. 



3 komentar

kamu sedang dlm ke adaan waras kan mas ya? :D

waras lah..... iki cerita keren kan ?

keren binggo , sekeren muka mu mas (salam tempel di belakang ya)