Demokrasi Warung kopi

Saya bermimpi punya negeri sendiri, di negeri itu Presidennya saya, ndak pake wapres karena percuma kalau pake wapres kerjaannya sembunyi sampe rakyatnya ndak kenal. Menkumhamnya pak hansip, bebas suap karena gajinya tinggi. Menteri BUMNnya mbok sariya, managemennya top markotop soal perusahaan milik negara, ndak mengenal defisit, yang ada hanya keuntungan. Menporanya cak Agus, prestasinya gemilang, ndak ada pemuda yang tawuran, olahraga nya beberapa kali menjuarai Olimpiade, piala dunia, sea games. Mendikbudnya cak Saroni, negara tetangga ndak ada yang berani mengakuisisi budaya negeri, karena sekali mengakui, langsung ganyang.

Di negeri ini menganut sistem Demokrasi, yang setiap rakyat mempunyai hak Konsitusional untuk berbicara, bebas menyatakan pendapat ndak ada yang dibungkam. Ndak ada kepentingan golongan, kepentingan negara yang utama. Semuanya makmur, bahan pangan harganya stabil meskipun menjelang hari raya. Ndak ada penggusuran lokalisasi, ya karena memang ndak ada lokalisasi wong semua rakyatnya punya Istri. Ndak ada pencuri, karena minta apapun langsung dikasih. 


Andai...................


Bagi orang yang Intelektual seperti sampean mungkin mimpi saya diatas sangat ndak logis dan ndak umum. Ya wajar, kan sampean wes pinter kalau ndak ada negeri yang seperti itu. Tapi bagi orang awam saya yakin pasti pernah berandai-andai seperti saya, karena mereka masih ndak paham untuk menelaa sebenarnya negeri tercinta ini seperti apa. 

Tapi setelah saya mengadakan study banding ke warung kopi terdekat, sebenarnya negeri yang saya impikan sudah terpenuhi di warung kopi. Coba sampean lihat, ndak ada kan orang diwarkop diem-dieman? pasti semuanya berbicara. Topiknya pun beraneka ragam, mulai dari mantan sampai selingkuhan, kerjaan sampai urusan ranjang. Ndak ada yang melarang, ndak peduli orang sebelah mendengar. Lanjut terus sampai pagi.

Urusan makanan ndak usah diragukan lagi, di warung kopi sampean pernah lihat orang kelaperan ?, Kopi habis mau tambah? tinggal manggil, bartender mbok Sariyah pun segera tiba. Perut laper ? tinggal minta, mie instan segera datang. Ndak bisa bayar ? tenang, bisa utang.  Hayo kurang apalagi coba. 

sampean pasti menggerutu, ngawur.....  dan minta bukti, kalau dibidang olahraga tip ?

Loh jangan salah sangka urusan Olahraga juga juaranya, mau balap sepeda ? ya ada cak Poniman tukang becak pelanggan tetap warung kopi, betisnya segede Terminator sebagai bukti bahwa beliau pengayu pedal yang handal. Sepakbola ? tenang, ada Adi, Doni, Irham, trisula emas penyabet juara tarkam 3 kali berturut-turut. Panjat tebing ? ada mas Yuda pemanjat kelapa nomer satu. Catur ? apalagi catur, hampir semua pelanggan warkop juaranya.

Sampean heran kan, kok hebat ya warung kopi itu. Ya memang hebat, karena Demokrasi sesungguhnya adalah Demokrasi warung kopi, bukan demokrasi yang ada di DPR sana yang bisanya cuman melobi kong kalikong untuk menampuk kekuasaan pribadi dan golongan.
 
pasti sampean-sampean ada yang protes, dan ndak setuju dengan tulisan saya ini, saya cuman bisa bilang.......




hahahhahahahahahaha.....

bye bye.

6 komentar

Hehe cuman bisa ketawa aja bacanya.. Warung kopinya beneran apa khayalan aja?

ciyee pesan moral, salam kenal ya mas

di medan bisnis warung kopi menjamur merayap merambat akar tunggang semualah makin marak ya karena mereka tahu karakter masyarakat sukanya menggosip di warkop

jadi jangan salahkan omak omak menggosip di kede sayur toh bapak bapaknya ke warkop nonton DKI

hehehe, memang warkop paling top.
Blogwalking:)-------------------> pammadistro.blogspot.com