Debat Capres

Ada yang menarik saat debat capres kemarin di rumah saya. Tak biasanya ibu dan bapak menggerutu soal materi debat. Mereka biasanya menggerutu kalau tiba-tiba sinetron yang ditonton tiba-tiba saya ganti siaran bola. 

Saya pun bertanya, "tumben nggerutu buk?".

"iki loh, debat kok koyok iklan bocor-bocor" jawab beliau di ikuti dengan tawa.

Saya pun kekamar, nyedu kopi yang daritadi saya aduk sambil ketawa kecil. Ternyata bukan hanya sinetron sajah, debat pun bisa buat hiburan rakyat kecil. Padahal selama ini debat digembar-gembor kan sebagai tolak ukur masyarakat untuk memilih pemimpin yang pas.

Tapi bagi saya, debat capres hanyalah sebagai formalitas sesaat, kebenaran yang semu. Perkataan mereka tidak bisa dijadikan tolak ukur kapasitas kemampuan mereka. Rekam jejak dan dilapangan lah mereka dilihat berkompeten atau tidak. 

Ibarat cowok yang lagi PDKT, mereka adalah cowok yang bisanya memberikan janji-janji palsu, memberikan pandangan-pandangan yang sebatas "jika". Kalau misalkan "jadi", paling ya segitu doang jam terbangnya. Plonga-plongo saat ditekan DPR, tola-tole saat ada bencana, dan joget-joget saat denger dangdut koplo.

Kendatipun demikian, bukan rahasia umum cewek lebih memilih cowok yang sukanya berjanji memberi kenyamanan daripada cowok yang gerogi saat berhadapan dengan cewek, meskipun dia tulus. Hal itu juga berlaku pada masyarakat yang cenderung lebih memilih  capres  yang berjanji ini itu, daripada milih capres yang bicara didepan publik ajah plegak-pleguk.

Jadi ya wajar saja jika mereka jadi presiden melupakan apa yang pernah di janjikan. Bukannya juga hal wajar jika cowok janji jemput tapi pura-pura ketiduran ?. hehehhehehhehehe. Itulah kehebatan capres dan cowok gaes :D. Udah dulu ya mau ngabisin kopi. 

Sebagai penutup ini saya kasih poster karya Anti-Tank project. 





BYE BYE