Bukan masalah pilih siapa

Ada dua golongan yang saya sangat benci jika mereka mencoba menjadi penguasa negeri ini. 

Yang pertama, tipe orang yang menghancurkan tanah kelahiran saya (Sidoarjo) dan seenaknya lepas tanggung jawab, melobi pemerintah agar mau menyisihkan uang negara untuk mengganti rugi para korban. Sampean-sampean pasti ngerti orangnya. Yang kedua, tipe orang yang merampas Hak Asasi Manusia, siapapun itu. 

Dari hal itu saya bersumpah pada diri sendiri, kalau misalkan mereka mencalonkan presiden, maka saya salah satu orang yang akan berdiri didepan barisan untuk tidak memilih mereka gaes.

Karena tipe orang yang pertama tidak jadi mencalonkan presiden  dan kebetulan menjalin koalisi dengan tipe orang yang kedua, maka semakin memudahkan saya dan tak ada alasan bagi saya untuk tidak mencoret mereka dari daftar pilihan saya.

Maka sekarang tinggal uneg-uneg pada tipe orang yang kedua, yang perlu saya bahas. Sampean simak gaes.

Sebelum ditentukan pasangan capres dan cawapres, saya sudah membenci segala sesuatu yang berhubungan dengan penguasa tahun 1998. Karena pada saat itu, dimana HAM dirampas bagaikan rumput liar tak bertuan. Apalagi idola saya penyair dan aktivis Wiji Thukul dikabarkan diculik atau dihilangkan oleh penguasa pada saat itu. Terlebih dari selentingan kabar burung, pak Prabowo yang terindikasi bersalah (belum terbukti). Dan karena alasan itu lah (belum terbukti) saya hanya bisa geram jika melihat berita tentang mereka di TV.

Wiji Thukul
 sumber gambar : google
Tapi, sejak Bocornya surat pemberhentian pak Prabowo, saya kok semakin tak kuat menahan uneg-uneg yang ada di dada. Ibarat tak kuat menahan birahi sewaktu lihat biduan goyang koplo.

Maka, saya posting uneg-uneg tentang pak prabowo di FB. Tidak lama ada teman saya yang komentar dengan nada sinis dan memberikan argumen yang bersumber pada kaskus. Saya bilangin kalau kaskus itu hanya sebagai hiburan, kalau dijadikan sumber ya gak valid.

Terjadi perdebatan sengit, melebar kesana kemari, padahal saya sudah membatasi masalah dengan sangat jelas, kalau yang mau saya bahas adalah pak Prabowo dan penculikan aktivis tahun 97-98. Salah satunya korbannya adalah Wiji Thukul, tidak lainnya.

 
Tapi, semakin lama semakin ngawur, datang 2 teman lagi yang menentang argumen saya, seakan-akan argumen saya salah. Ada lagi yang bilang saat itu para aktivis mengancam keamanan negara. Keamanan negara yang mana ?. Ok kita asumsikan, kalau pada saat itu aktivis bisa menyebabkan kerusuhan karena pergerakannya. Tapi saat saya melihat kompas TV dan disitu ada atasan Prabowo, pakar, dan komnas HAM, saya lupa namanya. Dia menjelaskan pada situasi saat itu tidak perlu menculik. Maka asumsi yang mengatakan kalau aktivis mengancam keamanan negara terbantahkan. so ... ?

Sebenarnya sampean tahu kan, saya sangat menghargai perbedaan pendapat, tentu disampaikan dengan sopan, tidak dengan seakan-akan pendapatnya yang paling benar. Meskipun setiap argumen saya disertai bukti dengan sumber media online, diantaranya detik, kompas, tempo, solopos, kompas tv, metro tv. Sedangkan sumber  mereka berdasarkan opini orang. Karena saya sadar, patokan yang saya dan mereka gunakan pasti beda.
 
Karena ada yang menyinggung tentang mengancam negara, saya jadi ingat saat membaca salah satu karya Wiji Thukul. 

PERINGATAN

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat bersembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah

kebenaran pasti terancam
apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya satu kata: lawan !



Bagaimana menurut sampean gaes? bermakna dalam bukan ?

Ini bukan masalah pilih siapa, atau memihak pada siapa.

Penutup
Dan bagi mereka yang mengatakan saya membenci prabowo karena saya pendukung jokowi. Itu salah gaes.
Saya tekanken, bukan karena saya mendukung Jokowi saya benci sama Pak prabowo, tapi dikarenakan saya benci pak prabowo saya terpaksa mendukung jokowi di pemilihan nanti.

Jika ditanya dari hati, satu-satunya alasan saya mendukung Jokowi ya karena hanya semata-mata solidaritas wajah ndeso gaes. Sekian dan terima kasih.

Untuk menutup saya selipkan poster karya anti-tank

 

Bye bye.

20 komentar

Sayangnya aku belum begitu inget waktu kerusuhan taun 98 itu Bang. Maklum, masih 3 tahun. Lagi ngegemesin mana sadar sama kericuhan. Hahaha.

Kasus Munir yang tentang HAM juga belum begitu ngeh. Sepertinya masa kecilku terlalu bahagia buat bermain dan bermain. Nggak ada unsur-unsur berat tentang masalah politik, ekonomi, ataupun ham dan semacamnya.

Tapi, sekarang udah paham sedikit-sedikit sih soal gitu. Soalnya ya kepo juga jadi nyari tau. Untuk kasus mantan calon presiden yang ngerusak tanah kelahiranmu itu, aku juga dulu bertekad nggak akan pilih. Selain nggak bertanggung jawab, juga dia banyak utangnya. Jadi dikhawatirkan uang negara nanti dia pake buat bayar utang =))

Buat 2 calon presiden sekarang, masih gak tau mau pilih siapa. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sih. Cuma kalo tentang masalah HAM itu, takut juga pas dia jadi presiden tapi kasus dulu keulang lagi. Hiks. Jangan sampe...

Iya, sama aku juga nggak terlalu tau tentang kerusuhan tahun 98, tapi saat baca sana-sini akhirnya sampai saat ini udah tau apa yang sebenarnya terjadi...

Aku sendiri masih bingung dengan pilihan diantara keduanya, intinya sih kita berdoa aja semoga apapun nantinya pilihan rakyat itu emang dari hati nurani. Bukan karena paksaan, atau ada unsur yang lainnya...

Saat nanti para penguasa tidak bisa berbuat apa-apa, semoga kita sebgai generasi penerus bangsa bisa mewujudkan Indonesia ini sebagai negara yang aman, sejahtera, makmur, damai, sentosa. Amin

untuk kejadian 98 vina nggak ingat karena masih cilik sekali sepertinya. tapi kalau soeharto berhenti jadi presiden ingat, karena krismon ya.. mungkin banyak sejarah negara ini yang tidak diketahui banyak orang.. postingannya buka wawasan sih,, :)
vina malahan berharap belum dapat hak untuk memilih.. karena nggak ingin memilih siapapun :|

Gue tahu bang siapa orang yang membenamkan tanah kelahiran lo itu, emang gitu, ya namanya juga penguasa, apalagi waktu batal berkoalisi sama pdip karena gak dijanji kan kursi, makanya pindah haluan ke gerindra.

Iya, akhir2 ini emang gempar banget surah yang beredar itu. Entah itu bener atau palsu gue gak ambil pusing, udah ada pilihan juga soalnya.

menuut gue, kalo udah urusan HAM gak bisa ditoleransi lagi. Hubungnnya nyawa

baca beritanya yang berimbang bang latif. jangan yang berat sebelah, jangan yang sepotong-septong. dan jangan yang memihak pada salah satu pasangan, kalau lihatnya Metro ya jelas merong-rong kejelekan 08, sebaliknya juga Tvone.

saya tahu, mangkanya saya bersumber pada detik, kompas, dll.

sama kayak teman2 yg lain, kejadian tahun 98 itu aku gak ngerti deh, bener, soalnya masih kecil itu, udah gede ini malah males baca tentang pelanggaran hukum begitu, ya sih semua orang bebas berpendapat, makanya pilih sajalah yg sesuai hati kita saat pencoblosan, gak usah kebanyakan debat sih menurut aku, biar capres dan cawapres aja dah yang debat. hehehe btw aku tiap kali baca tulisanmu berasa lagi nonton acara "tahu gak sih?" di trans7 tuh, yang pake gaees gaess gitu, haha :D

ah, sepertinya aku tahu siapa pelaku yang menenggelamkan tanah kelahiran sampean mas. bahkan bencana itu sudah terjadi selama bertahun-tahun tapi masih belum ada penyelesaiannya. justru malah yang menyebabkan bencana tersebut, sekarang malah ribut mencari kekuasaan.

sekarang sudah jelas banget, siapa pemimpin yang layak dipilih dan mana yang hanya menginginkan jabatan saja. lebih baik melihat masa lalu nya kedua capres tersebut seperti apa karena masa lalu mereka itu merupakan cermin dari kepribadian mereka.

tapi semoga saja lah, siapapun yang terpilih nanti, semoga bisa menjadikan Indonesia lebih baik lagi.

Tif, tulisan yang menarik! Gue juga sering ngomongin ini di FB, twitter bahkan blog, tapi gue diserang sama tmen sendiri. Padahal gue belum bicara membela jokowi, gue berbicara ttg HAM untuk membela saudara-saudara, kakak-kakak, bapak-ibu yang dilanggar HAMnya oleh negara. Ada yg bilang ini isu 5 tahunan, tapi banyak yg gak tahu keluarga korban setiap hari kamis menuntut keadilan tapi gak dihiraukan negara.

Prabowo bukan pilihan, dia yang dikatakan tegas bagi gue hanyalah pengecut yang takut mengatakan yg sebenarnya. Tidak berani bertanggung jawab. Gue akan siap berdebat dengan teman sendiri untuk masalah HAM, karena ini bagian dari perjuangan gue MELAWaN LUPA. :)

Postingan yg keren tif. :)

Wawasan loe luas banget bang. keren..
Sebelum baca postingan ini gue pro sama prabowo. tapi setelah selesai baca pikiran gue malah pusing. aghrrr -_- kasih tau emak ahhh..

om latip berhubung ane gak ngerti politik nih. itu masalah HAM sampe sekarang belum terealisasi kan, pelakunya belum ada kejelasan sedangkan mereka yang gugur itu berkoban buat kita, kalo emang ada pemimpin kayak gitu mending sikat abis *kata bang ahok*

bang latif,,, oh bang latif... sbelumnya I am standing on the no.1,,,, but setelah baca postingan lo bang,, jdi pusing tujuh keliling,,,
.
.seniman Ardek, emang gak ada duanya,,,, klo udah mbahas HAM, waduhh kasian sama anak cucu kita klo dari skrang udah tertanamkan paradigma yg salah...
.
.jdi berharap ada pilihan yg k.tiga supaya bisa tak coblos bang...
.
.keren abiss dah postingan lo bang....

"semata-mata solidaritas wajah ndeso" ini lawak banget! hahaha

klo aku kayaknya kebalikan kamu bgt deh, aku milih prabowo bukan karna prabowo itu baik, prabowo itu perfect, prabowo itu hebat. bukan. aku milih prabowo karna gak mau jokowi sampe jadi presiden, gak ada pilihan lain selain prabowo.

jgn marah yaaa. tulisn kek gini emang rentan perdebatan :)

hehehhehehe aku gak peduli kok sama pilihan orang, kan itu hak konstitusi WNI :D

:D saya bukannya mempengaruhi... ini pemikiran pribadi kok

yakini hati lo ajah men.... ini akibat membaca koran2 :D

iya saya juga heran sama pendukungnya.... sampe gedeg2 .

duh, sekarang gue kalo mau komentar tentang pilpres gini jadi takut dah wkwk, salah ngomong dikit, fans sebelah ngomel-ngomel nanti. pilpres 2014 keras bet dah, perasaan dulu ga gini-gini amat. yaa kita punya pilihan masing-masing dan dalam menentukan pilihan itu juga kita ngeliat dari sudut pandang yang berbed-beda. ada yang milih dari track record, pengalaman pribadi, dan visi-misi. intinya jangan sampe pemilu bikin perpecahan dah. gue sendiri sih pilihannya sama kayak bang latif._.V