sweet memory

kalau ingat lagunya nine ball yang berjudul hingga akhir waktu berasa naik mesin waktu menuju 6 tahun silam men. 


6 tahun lalu jam 01.00 wib. lewat telepon.

"kamu gak tidur ?"
"enggak, kan pumpung ada bonusan 0,1 rupiah 1 jam hehehe"
"iya juga ya"
"em.... mel"
"iya apa tif ?"
"kalau misal aku bawa gitar kedepan rumahmu, kamu mau aku nyanyiin lagu apa?"
"nine ball - hingga akhir waktu"

tut tut tut.... telepon terputus karena bonusannya habis.

Gue yang sok-sokan nawarin nyanyi lagu, padahal pegang gitar ajah belum bener merasa harus mewujudkan cita-citanya men. Yang namanya jatuh cinta apapun pasti dilakukan demi mencari perhatian. Belajar gitar sampai jari-jari lecet udah biasa, nginep dirumah temen cowok sampai dikira kumpul kebo juga biasa, beli majalah musik pakek uang spp juga biasa. Semua jadi biasa.

4 minggu kemudian gue menenteng gitar ke rumahnya, dia tepat berdiri didepan pintu senyum-senyum manja, layaknya putri tidur yang menunggu kurcaci. ini sepertinya panah asmara  tertancap tepat dihatinya. Bukan, bukan hanya dihatinya, melainkan juga di otaknya yang sampai melepaskan hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine. Belum nyanyi ajah udah begini, apalagi udah nyanyi ? pasti semakin kelepek-kelepek.

 jrenk..... jrenk......

Tak `kan pernah ada yg lain disisi
Segenap jiwa hanya untukmu
Dan tak `kan mungkin ada yg lain disisi 
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku bersamamu…
Hingga akhir waktu …
Hingga akhir waktu …
Hingga akhir waktu … 

jrenk..... jrenk.........


wush.... tiba-tiba panci datang dari arah barat daya, entong datang dari arah tenggara, sapu datang dari arah timur laut. Gue terkapar tanpa bersimbah darah. kampret ternyata tetangga dia merasa terganggu dengan suara merdu pangeran tampan ini. Tapi sang putri tak bergeming dengan semyuman indah diwajahnya. Gue dipersilahkan masuk kerumahnya. 

Dia megang tangan gue dan melihat jari-jari gue yang lecet, gue sangat yakin dia merasa haru atas kerja keras gue. tapi sepersekian detik kemudian.

"kamu kebanyakan ngupil ya sampai jarimu lecet begini ?" kata dia sambil menatap wajah gue.
"emang kamu kira lubang hidung gue orotan pensil ya sampai bisa ngelecetin jari ?" gue balik menatap wajah dia.

kami saling tatap tapi tak berucap, gue majuin wajah biar semakin dekat dengan hembusan nafasnya. Dilihat dari kecepetan nafasnya dia sedang gugup. Gugup berarti tanda sedang jatuh cinta. Cinta itu gue, tidak salah lagi. Di otak gue hanya satu kata yaitu "cium dia". Kesempatan enggak datang dua kali kan men, digampar urusan belakangan.

Wajah gue semakin dekat, dia memejamkan mata. Bibir gue, gue monyongin beberapa milimeter dari panjang semula. "Deg... deg.... deg..." suara jantung gue bersahut-sahutan, kayaknya abis lari marathon juga gak segini kencangnya deh.

Lalu kami sudah terbang berdua, kami saling berciuman, ciuman pertama gue dan mungkin juga ciuman pertama dia. Ditambah dengan di iringi lagu hingga akhir waktu yang mengalun dari hape sony k700i nya, membuat momen tersebut menjadi momen paling indah dalam hidup gue. 

Dibarengi dengan berhentinya lagu, berhenti juga pertemuan bibir kami.  




♠♠ Artikel ini diikut sertakan dalam best article Blogger Energy ♠♠














5 komentar

WAH KALO GUE LIAT-LIAT, LO ADA BAKAT NULIS CERITA DEWASA, BANG! HAHAHAHA

Wah cerita untuk umur 17+ nih... Tidak baik dilakukan sebelum ijab qobul :)

lanjutkan bang, asah potensi mu! -_- kalo jadi cerita yang full, kasih tau yaah~ 0_0

wahhh.. udah kaya bebek aja main cium untung kagak ada ortunya ya bang :D, terus hubungannya gmn tuh apa masih brlnjut sampai skrg?
folback bang jng lpa