SKRIPSIMAN 3

kalau belum bisa aku mendapatkan oh gadis manis yang menjadi rebutan...........
Sungguh mati aku jadi penasaran, sampai mati pun akan ku perjuangkan..........
semua orang gila padanya.........
semua orang berlomba-lomba untuk mendapat kasih sayangnya................

Lagu penasaran dari bang Rhoma Irama mengalun pelan di kamar skripsiman, kosong, hanya seekor cicak yang setia mengangguk-ngangguk sambil mendengarkan suara yang keluar dari radio kesayangan skripsiman. Cicak itu bernama Cicaksukamakannyamuk. Kenapa namanya aneh ?? skripsiman lah yang tau. Disana juga terpasang poster bang haji Rhoma yang menjadi objek khayalan skripsiman jika lagi mendengarkan lagu-lagunya, dia membayangkan gayanya jika dipadukan dengan gaya bang Rhoma bakal jadi kayak gini.

Rhoma irama , gambar lucu
Ani oh Ani.............

keren kan ???, liat muka lempemnya, sangat menakjubkan, diyakini muka lempemnya bakal bisa membuat cewek-cewek mengejar dia untuk............... menimpuknya. Lalu dimana sang skripsiman ??? dia duduk diatas genteng rumahnya. Skripsiman merasakan perasaan bosan, bosan dengan rutinitas dia saat ini.


"Gue cemburu padamu bulan, kamu tiap hari menyinari bumi tapi kamu gak pernah bosan", skripsiman diam sebentar  "sedangkan gue, 999 kali ditolak cewek saja udah mengelu bulan, 999 kan dikit ya bulan ??" ya dikit buat orang gila kayak elo nyet !!!. Skripsiman udah mulai setres, dia ngomong sendiri, ngomong sama bulan. Direbahkan tubuhnya ke genteng yang udah berlumut akibat hujan beberapa hari mengguyur desa skripsiman. Suara kodok dengan suara jangkrik bersahutan seperti menandakan bahwa mereka mengejek skripsiman. Skripsiman geram. " gue gak boleh menyerah, gue harus bangkit mencari kesibukan, mencari pekerjaan, dan.............mencari cewek, tetep". Tekat skripsiman udah bulat. Sebulat donat, sebulat ban, dan sebulat tetek cewek SMA yang belum terjamah.

Bukan salah skripsiman jika skripsiman bosen, bulan demi bulan untuk menunggu wisuda hanya dilalui skripsiman dengan makan, tidur, fban, twitteran, nembak cewek, ditolak cewek, makan lagi, tidur lagi, nembak cewek lagi, dan ditolak lagi. Bagaimana tidak bosen dengan kerjaan monoton seperti itu, skripsiman juga manusia. Manusia yang agak-agak gila.

Skripsiman bangkit dari rebahannya, tangannya mengepal keatas lalu dengan mantab berkata "Aku harus menjadi Skripsiman 3, yang membantu adek-adek mahasiswa ngerjain skripsi". Kemudian "glodak", ada benda asing yang menghantam kepalanya, seonggok entong rupanya. Dari kejauhan terdengar suara "kucing sialan malem-malem masih ajah mengeong" ternyata suara ibunya. Skripsiman menangis "ini anakmu ibu hiks hiks, kenapa kau tidak mengenali aku ibu hiks hiks".



***keesokan harinya***


Ayam skripsiman berkokok keras, menemani ibu-ibu melangkahkan kakinya berangkat belanja. Alarm "love of my life nya Queen" menyeka keheningan pagi. Skripsiman sudah terbangun, masih bingung mau apa. Baru kali ini dia bangun sepagi ini, biasanya ???, jam 9 pagi. Joging enak kali ya, sapa tau nanti ketemu bidadari yang lagi joging juga hehehhe, batin skripsiman. Berjalanlah dia ke kamar mandi ukuran 3x 3 meter yang letaknya menyatu dengan dapur rumahnya. Diambil lah segayung air kemudian, air mengguyur wajah lesu skripsiman. Ah segarnya, entah sudah berapa lama gue enggak ngerasain yang seperti ini.

30 menit berlalu, skripsiman sudah berada di pusat kota, dimana muda mudi sedang beradu kreatifitas dengan orang tua. Muda mudi asyik menunjukkan skillnya bersama komunitasnya masing-masing, BMX, drum, akustikan, break dance. Sedangkan yang tua tak kalah sibuk dengan senam paginya ditemani lagu-lagu dangdut pada jamannya sambil menyeka keringat yang mengucur pelan dari keningnya masing-masing. Pemandangan yang bagi skripsiman indah. Apalagi pada jaman-jamannya dia lagi ngerjain skripsi. yang beginian?? gak ada waktu. Waktunya tersita oleh skripsi. Sekarang barulah dia bisa menikmati udara pagi di kota.

Skripsiman berdiri di pinggir jalan menahan nafas, ditegakkan kepalanya. Ini lah gue yang sebenarnya. Tangan kanannya menenteng topeng yang gantengnya ngalahin wajah aslinya. Skripsiman sekarang tertunduk lemas,  ia ingat saat kemarin mengupload foto dengan kostum barunya ini banyak temannya yang semena-mena membully membabi buta. 

ini lah foto penampakan skripsiman 3 yang di upload

Skripsiman 3, skripsi man 3

LIHAT......... betapa gagahnya dia, betapa tampannya. Gantengnya semena-mena bukan ??
ini komen teman-temannya.



skripsiman mencoba sabar, sesabar ibu guru TK yang mengurus muridnya yang lagi cepirit. Dengan penuh kegantengan dia membalas komen.



Sesosok gadis berjilbab joging dengan anggunnya membuyarkan lamunan skripsiman tentang bully an temen-temennya. Kalung yang terbuat dari potongan bambu naik turun mengikuti gerakan tubuhnya menambah elok setiap mata yang melihatnya. Beberapa pemuda ikut menggodanya.

seraut wajah cantik
yang kau sembunyikan
dibalik kerudung putih

dibalik kerudung wajahmu tersembunyi
kau cantik alami
anguerah ilahi

Skripsiman tanpa sengaja mendendangkan lagu bang Rhoma yang berjudul kerudung putih. Mendengar nyanyian tersebut sang bidadari berkerudung putih menghentikan joggingnya.
  "suka Rhoma irama ya mas?"
  "iya, fanatik garis keras mbak" 
Skripsiman kaget tiba-tiba cewek yang dipandangi dari tadi berhenti dan bertanya. Dia menjawab dengan gerogi.

  "jaman sekarang kok masih ada yang suka Rhoma Irama, ih cowok aneh" cela teman cewek berkerudung.
  "ih gapapa tau. Namanya juga selera" cewek berkerudung tadi mencoba membela skripsiman yang diejek temannya.
   "sama kayak kamu aneh. jangan-jangan jodoh" si teman cewek berkerudung menyela lagi. Terjadi perdebatan yang sengit antara mereka berdua.
   "Yee ngarang"
   "lah kan bener, orang aneh ketemu orang aneh"

Ditengah-tengah perdebatan yang semakin tak mengarah ujungnya, skripsiman dengan gagah mengulurkan tangannya ke cewek berkerudung sambil berkata.
  "gue skripsiman, elo siapa?"
  "gue Ani" 
  "kayak judulnya lagu bang Rhoma ya"
  "iya. hehehehe"
  "tuhkan, sama-sama aneh. Gak lucu tapi sama-sama ketawa" teman Ani menyela lagi.
  "biar" skripsiman dan Ani bersamaan menepis ejekan temannya.

2 anak manusia sedang jatuh cinta, menambah keramaian kota yang memang sudah ramai dengan hingar bingar sound system. 1 jam tanpa disadari terlewati. Mentari berdiri tegak menyengatkan panas yang menembus kulit mereka. Mau tak mau keadaanlah yang memisahkan mereka.
"eh skripsiman, udah dulu ya, udah siang ni mau ngerjain skripsi" kata-kata Ani bagaikan cela buat skripsiman untuk PDKT ke Ani, dengan basa-basinya Skripsiman menawarkan keahliannya. Mereka akhirnya sepakat buat ngerjain skripsi bareng. Skripsiman pulang ke rumahnya. Ani juga pulang kerumahnya. Kenapa gak pulang bareng ?, bukan muhrim.

**kamar skripsiman**

Tangan skripsiman entah mengapa dari tadi tidak mau berhenti, satu halaman penuh sudah kata-kata indah berbaris rapi. Cicaksukamakannyamuk terbengong melihat perubahan skripsiman. Memang cinta itu bisa membuat orang mendadak menjadi pujangga cinta, sekaligus menjadi buta, buta membedakan mana kertas kosong dan mana kertas belanjaan ibunya. Alhasil digetoklah kepala skripsiman dengan entong (lagi). Wajah Ani memutar-mutar di kepala skripsiman. Semakin menambah rasa kangen kepada cewek yang baru ditemuinya tadi pagi. Dia beranjak dari tempat tidur lalu berdiri, ambil nafas yang panjang.

Ani oh Ani
sungguh aku tau kau rindu padaku
ani ...... ani......
kau juga tau diriku rindu padamu

Kali ini skripsiman teriak-teriak menyanyikan lagu Ani. Rambut yang sedikit gondrong diputar-putar. Kemudian "glodak" (lagi), seonggok entong melayang mengenai kepalanya (lagi). Skripsiman menyerah dengan kekuatan super Ibunya PUKULAN ENTONG MENGGETOK KEPALA. Skripsiman bingung mau ngapain untuk meluapkan kangennya pada Ani. Padahal mereka janji untuk ketemu masih lama, kira-kira 1 hari an. 1 hari adalah 1 tahun bagi orang yang sedang dimabuk asmara, betul tidak ?. 

** dirumah Ani**

Hari dimana Skripsiman dan Ani sepakat untuk ngerjain skripsi. Skripsiman dengan tampang pas-pasannya yang sengaja diganteng-gantengin terpana melihat ruang tamu rumah Ani. Banyak lukisan klasik, banyak barang antik, dan juga banyak foto antik. Dari sekian banyak pajangan di ruang tamu Ani, mata Skripsiman tertarik dengan salah satu foto besar yang dipajang di dinding. Foto sekeluarga, ada ibu-ibu paruhbaya yang pasti itu ibunya Ani, ada 2 anak kecil yang keduanya manis pasti itu adiknya Ani, ada cewek yang sangat seksi tentu dia Ani, dan ada bapak-bapak paruhbaya yang bertampang sangar, tinggi besar pake baju item dengan kumis melengkung bagaikan rambut didier Drogba yang belum keramas 3 tahun, mengerihkan. Skripsiman sepertinya tidak asing dengan wajah bapak-bapak itu. Tapi skripsiman tidak mau bertanya takut dikatain sok tau oleh Ani, soalnya kesan pertama waktu PDKT adalah segalanya. 


2 jam berlalu, Skripsiman dengan sok tau padahal gak tau berusaha membantu Ani ngerjain skripsi. Sebenarnya Skripsiman dari tadi kerjaannya cuman ngebayangin jika Ani jadi pacarnya, jika Ani yang cantik duduk dipelaminan bersamanya, jika Ani yang seksi berbulan madu ke planet mars bersamanya, jika Ani yang keibuan menggendong buah hatinya. uhhhhh..........indahnya khayalan. Saat skripsiman berkhayal tentang Ani, suara keras tegas tapi agak cempreng membuyarkan lamunannya itu "Ani buka pintu pagarnya" . Suara yang tidak asing bagi telinga Skripsiman. Sial gue kayak pernah denger nih suara, siapa ya?, oh ya ini suara tukang tambalban langganan gue nih tidak salah lagi, tapi kok wajahnya gak mirip ya ?, eh iya gue inget ini pasti suara satpam kampus yang kerjaannya tidur mulu itu, tapi kayaknya bukan deh. Sementara Ani membukakan pintu pagar untuk ayahnya, terjadi perang batin di hati skripsiman, menerka-nerka siapa sebenarnya Ayahnya Ani ini. 

Suara langkah kaki semakin keras, menandakan bahwa orangnya semakin dekat menuju ke ruang tamu. gue harus siap, siapapun dia, dia adalah Ayahnya Ani, gue harus terima dan berusaha enggak mundur jika nanti Ani jadi pacar gue, sekali lagi Skripsiman berkata dalam hati, keringat dingin satu demi satu memenuhi tubuhnya. Dan ........... "DEG, glodak, jleb. jedieng" . Skripsiman terguncang melihat sesosok Pria yang berada di depan pintu tepat dihadapannya. KAMPRETTTTTTTTTTT !!!! kenapa bisa dia sih, dunia emang kejam men, ini namanya curang, tidak adil, sekali lagi dia membatin.


"kenalkan ini ayahku"
"yah ini skripsiman, yang seharian ini membantu aku ngerjain skripsi"
keduanya diam tidak menjawab.
Ani memecah kesunyian, berusaha mencairkan suasana antara Skripsiman dan Ayahnya yang sedari tadi cuman diam beradu pandang. Sesekali suara sepeda motor lewat ikut memecah sunyi. "glek" suara Skripsiman yang menelan ludah pun terdengar karena saking sunyinya. Ani yang kesel dengan keadaan ini dan enggak tahu kenapa jadi begini akhirnya masuk ke kamarnya, membiarkan 2 laki-laki yang satunya bermuka pas-pasan dan satunya bermuka sangar itu meneruskan pertarungan batin mereka. Jari-jari Ayah Ani beradu dengan pegangan kursi seakan koboi yang sudah siap mengambil pistol untuk menembakkan entah ke kepala Skripsiman atau ke titit Skripsiman. Sedangkan Skripsiman cuman bisa pasrah tak berdaya. TERSERAH PAAAAK !!! batin Skripsiman menjerit merontah.

Mau tidak mau Skripsiman lah yang harus membuka obrolan karena dia lah yang berstatus tamu.

"ehm.... selamat sore pak"
" bapak ingat tidak saat-saat kita bersama siang itu?"
Ayah Ani cuman manggut-manggut mendengar pertanyaan skripsiman.
"betapa indah momen-momen saat kita menyelesaikan masalah demi masalah saat itu pak".
Ayah Ani mulai memicingkan mata, keliatannya dia mulai lunak.
"inget juga gak pak saat bapak menyuruh beli makanan, tapi uangnya malah tak buat beli alat yang kita pakai berdua waktu itu pak?"
Ayah Ani mulai menggelinjang. Melepas baju kemudian berharlem Shake dengan brutalnya.
(enggak-enggak, penulis becanda).

Mendengar percakapan yang agak-agak hina itu Ani akhirnya keluar, membawa rasa penasaran apa yang sebenarnya terjadi antara Ayahnya dan pemuda bertampang pas-pasan ini. 

   "ini sebenarnya ada apa sih?" tanya Ani.
   "bukan seperti yang kamu dengar Ani, ini hanyalah masalah laki-laki" jawab Skripsiman.
   "enggak mau tau, pokoknya beritahu aku sekarang juga, atau kamu pulang jalan kaki" tegas Ani. 

soalnya skripsiman tadi naik elang, eh elangnya ngapel kerumah pacarnya, jadi Skripsiman dijemput Ani. Maka mau tidak mau skripsiman bercerita kepada Ani daripada dia jalan kaki sejauh 10 Km. 

   "begini Ani, Ayah kamu adalah ....."
   "adalah apa?"
   "Adalah......"
   "Adalah apa ?, jangan bertele-tele, mau jalan kaki beneran?" 
   "enggak, adalah...."
   "ayo teruskan" 

Saat mereka berdebat layaknya remaja masa kini, Ayah Ani senyum-senyum sendiri, gak menduga ternyata anaknya yang manja selama ini ternyata bisa juga galak.

  "adalah....." Skripsiman dari tadi gak bisa menjawab, seperti ada gunung yang menempel di lidah Skripsiman.
Karena kesel Skripsiman muter-muter terus enggak mau jawab, akhirnya keluarlah kata-kata dari Ani yang bikin Ayahnya tertawa terpingkal-pingkal. 
  "jadi kalian pacaran??" 
  "astagfirullah, enggak kayak gitu" Spontan skripsiman beristigfar, sementara Ayah Ani tertawa lepas sekali "hahahhahahahahaha".
Melihat Ayahnya malah tertawa, Ani semakin yakin dan menyimpulkan lagi.
   " jadi selama ini.........."
Skripsiman tidak mau kesan pertama PDKT nya dengan Ani malah jadi kacau akhirnya dia mengaku  "Ayahmu adalah Dosen Pembimbing Skripsiku saat aku masih kuliah". Mendengar itu Ani sekarang malah yang tertawa "hahahahhahahahaha", sedangkan Ayah Ani dan Skripsiman sekarang diam. Ada rasa canggung antara mereka berdua. Mereka tak meduga akan bertemu seperti ini setelah dulu pernah melakukan peneletian bersama-sama. Sebagai dosen pembimping dan mahasiwa tentunya.
  "kok gak bilang daritadi sih, kan lucu tau, aku punya temen yang dulunya mahasiswa bimbingan Ayahku" Ani semakin senang. ya menurut elo lucu, lah menurut gue ini namanya sial, PDKT sama anak mantan dosen pembimbing, bisa-bisa nilai skripsi gue di ganti nyet, batin Skripsiman.

Semakin lama mereka bertiga semakin akrab, sampai-sampai Skripsiman diajak makan malam bersama ibu dan adik-adiknya, kebetulan dari kemarin malem skripsiman tidak makan karena saking kangennya pada Ani dia tidak merasa lapar, sekarang saatlah pembalasan. Tanpa sungkan-sungkan 2 piring dilahapnya, membuat suasana dimeja makan tersebut semakin hangat. Apa yang Skripsiman lihat dari Dosen Pembimbing skripsinya disini sangat berbeda jika dibandingkan saat dikampus ngeselinnya tingkat Arya Wiguna.

Skripsiman terbang, sangat yakin PDKTnya dengan Ani berjalan mulus, adik-adiknya yang nyenengin, ibunya yang ramah menambah kepercayaannya. Sampai saatnya dia pamit pulang, Dosen pembimbingnya berbisik ke Skripsiman.
   "jauhin Ani atau Nilai skripsi kamu saya ganti jadi B". DEG, jleb, glodak, jedieng.
Skripsiman tertunduk, dia tidak membayangkan jika nilai Skripsinya yang semula A diganti menjadi B, pastinya mempengaruhi IPKnya yang pas-pasan 3,03. Duh.

Skripsiman melamun, melihat leher jenjang putih mulus Ani yang sedang memboncengnya  membuat Skripsiman semakin bimbang, menjauhi atau tetap mendekatinya. Memang saat itu Ani tidak berkerudung. Apalagi rambut panjangnya terurai tertepa angin yang  semakin memancarkan pesona keindahan wanita. kilauan lampu jalan turut memoles wajah polos Ani yang dilihatnya dari spion membuat Skripsiman semakin mengagumi Ani. kamu memang sempurna, tapi nilai skripsiku juga sempurna, tak seharusnya kamu disandingkan dengan nilai skripsi Ani, jujur memang sulit memilih diantara dua kesempurnaan ini, tapi ahhhhh sudahlah......Skripsiman menjadi pujangga dadakan.

Ani juga merasa apa yang dirasakan Skripsiman, tampang yang nggak begitu ganteng tapi mampu membuat hati Ani terpaut, rambut acak-acakan skripsiman seakan menyiratkan kharisma seorang laki-laki sejati, apalagi saat Skripsiman panik seperti tadi sore dirumahnya membuat wajahnya semakin lucu. Siluet wajah Skripsiman dari spion sesekali dilihat Ani, tak jarang pandangan mereka bertemu, sepersekian detik mereka beradu pandang. Klakson mobil dari belakang kadang-kadang juga membuyarkan lamunan mereka berdua, menambah kesan Romantis dimalam itu, dijalan itu, diatas motor itu.........


***
 **Rumah Skripsiman**

malam ini malam terakhir bagi kita
untuk mencurahkan rasa rindu didada
esok aku akan pergi lama kembali
kuharapkan agar engkau sabar menanti

Radio kesayangan Skripsiman mendendangkan lagu malam terakhir, terdengar jelas dari ruang tamu, Skripsiman, Ani, dan cicaksukamakannyamuk sama-sama diam. Sudah 15 menit yang lalu mereka berdua sampai dirumah Skripsiman, tapi belum sepatah katapun keluar dari mulut mereka. kata-kata dari radio itu seakan menjadi juru bicara mereka. Hati mereka sama-sama saling tunjuk, denger radio itu, itulah isi hatiku saat ini, batin skripsiman yang pasrah karena sadar akan perginya Ani, ini menjadi malam terakhir untuk melihat semua keindahan anak manusia. Dia masih ingat jelas bagaimana perasaannya pagi itu, dimana dia pertama kalinya melihat cewek berkerudung putih itu, bagaimana rasa kangennya tak terbendung padahal baru saja bertemu, memang terasa singkat. 2 hari yang indah bagi skripsiman mengenal Ani. 
"Ani..."
"iya..."
"ehm...."
"misalnya kalau malam ini malam terakhir bertemu gimana?"
"kok ngomong gitu?" pertanyaan polos Ani menyatakan bahwa Ani belum tau soal bisikan Ayahnya ke Skripsiman.
"engggg....gak papa kok, lupakan saja". Skripsiman tak tega.

Ani jadi curiga melihat tingkah Skripsiman yang tiba-tiba bimbang, padahal dia sudah berharap banyak pada Skripsiman. Ani tau betul ketegasan seorang lelaki hanya akan lunglai pada 2 hal yang sama-sama sempurna, 2 hal yang sama-sama dicintainya. Ani memutuskan untuk pulang, membiarkan Skripsiman berfikir dengan jelas. Ani saat itu pulang dengan membawa rasa penasaran, rasa penasaran yang akan dijawab oleh waktu.

Skripsiman sadar akan 2 hal yang sama-sama butuh perjuangan, skripsi dan cinta, 2 hal yang bahkan hampir dialamin semua mahasiswa, ada yang putus karena skripsi, tapi tidak jarang pula cintalah menjadi penyemangat saat malas ngerjain skripsi. Skripsiman saat ini lebih memilih kesempurnaan nilai daripada kesempurnaan Ani, tapi bukan tidak mungkin esok hari dia memilih Ani, hanya waktu yang bisa menjawab. Gue tau Dosen pembimbing memang bisa mempercayakan Skripsi kepada mahasiswanya, tapi belum tentu bisa mempercayakan anaknya. Dosen pembimbing juga bisa ngasih nilai sempurna kepada mahasiswa bimbingannya, tapi belum tentu bisa  ngasih anaknya yang sempurna ke mahasiswa bimbingannya, gumam Skripsiman sambil melihat Ani menjauh dari rumahnya.


-END-







 
















14 komentar

Huaahahhaha
Keep calm and Kerjakan skripsi :D

hehehhehe udah kelar kok skripsinya mbak :D

wkwkwk skrispsiman ini...

u're really something :D

done follow u no 22,, yuk hit me back sesama kota lumpur kikikikiki

hehehehe ya gini ni blog geje :D .

akh. kasihan banget si superheronya. kenapa ini endingnya harus berakhir dengan kesedian. kan kasihan skripsimannya.. udah berharap banyak sama Ani, eh. malah dosen pembimbingnya skripsiman itu bapaknya Ani. dan bapaknaya Ani tidak menyetujui Ani digebet sama skripsiman..

Bikin lagi gih terusannya. Skripsiman galau dan bunuh diri.. -EnD-

kasihan banget sih si skripsiman, padahal si Ani udah punya perasaan yang sama, eh malah dapet halangan dari bokapnya, kasiham, seharusnya jangan end dulu, kan itu bisa dilanjutkan lagi, bisa dengan akhirnya mereka menikah terus bulan madu di planet mars, bisa juga berakhir bunuh diri

-____- errrrrrrr, kasihan kalau bunuh diri

kampret lo bang, kenapa cerita lo jadi Gaje gini. haha.
itu fotonya juga ngakak. wkwkw
btw, joke nya lo ada yg bok*ep tuh bang, disensor gih. :)

wkwkw skripsiman di suruh lepas topeng tuh :v

hahaha ini post panjang banget.. iya ini cerita absurd banget.
kayaknya bener kata temenmu, harus lepas topeng dulu biar nampak wajah gantengnya hahaha

Lol, bikin ngakak -__-

Eh kasian banget si Skripsiman, hahaha.

Iya juga ya, cowo itu memang selalu lemah jika dihadapkan diantara 2 pilihan yang sama-sama ia sayang, huft.

tif, jujur gue bingung mau komentar apa... font lu bisa dikecilin gak ... seddikit ajah .. soalnya kalo unntuk post panjang gini pake font seperti ini .. susah ngebacanya .. maaf yah..

Coba fotonya diedit topengnya diganti skripsi biar lebih kocak.
Kampret betul dah :)))

skripsiman ala Latif hahahahaa
gak nyangka kamu bikin cerita kayak gini, idenya itu lhooo keren
tapi bener endingnya nyesek, kasiaaan hahahah