seribu tahun

"maaf, apa kita pernah bertemu ?" tanyaku pada nenek tua yang menepuk pundakku, "kamu bertambah gagah" , aku mencoba berfikir keras, mengingat siapa nenek tua didepanku ini, tapi itu sia-sia, aku tak ingat apapun tentang nenek tua ini. 

"maaf nek, kayaknya nenek salah orang".
"coba lihat punggung kamu, ada tanda lahirnya kan?", aku jadi terheran kenapa dia bisa tahu, belum pudar rasa penasaranku dia menyela
 "coba juga lihat pinggang kiri kamu, ada tahi lalatnya kan?".
aku hanya terdiam melihat kebetulan ini, semua yang dikatakannya benar. apakah dia ibuku yang sebenarnya?, atau nenekku ?.

"nenek sebenarnya siapa?" tanyaku.

 "aku orang yang setia menunggumu seribu tahun, orang yang mencintaimu seribu tahun, dan selama ini aku percaya akan menemukanmu pangeranku, yaitu kamu".