KAU IBARAT TRICK SULAP





paint girl


Yang membuat manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan adalah rasa ingin tahu atau lazim kita menyebutnya dengan  kata PENASARAN. Bukan tidak mungkin jika rasa penasaran tidak ada dalam manusia, manusia tidak bisa bertahan hidup selama ini dan tidak berkembang seperti sekarang ini.

Begitupun Trick sulap, semakin membuat orang penasaran semakin berhasil pula pertunjukkan sulap tersebut. Pesulap pun turun panggung dengan kepuasan yang hakikih. Dalam hal ini rasa penasaran mengambil peran penting terhadap sulap.

Lalu kita tarik benang merah penasaran ke dalam lingkup percintaan, tidak sedikit orang mengelu terhadap pasangannya yang menggebu dalam hal PDKT lalu setelah menjadi pacar diabaikan begitu saja. Atau pasangannya perhatian saat pacaran dan cuek bahkan kasar ketika sudah menikah. Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi ? jawabannya adalah rasa penasaran yang sebelumnya di miliki pasangan kita terhadap kita sudah hilang dari pasangan.

Ternyata rasa penasaran juga sangat penting terhadap sebuah hubungan percintaan, dan sekarang menimpa saya. Kampret....

Bukan......... yang saya alami bukan seperti contoh diatas, tapi lebih mendasar. Saya dibuat penasaran oleh seorang wanita dan rasa penasaran tersebut membuat rasa saya semakin dalam. Entah rasa apa, intinya saya memikirkannya. Saya suka senyumnya.

Saya tidak terlalu kenal sama dia, bahkan ketemu pun hanya beberapa kali. Tapi...... ada sesuatu hal yang membuat saya bertanya-tanya,  dia itu super-super misterius. Tidak seperti wanita zaman now yang selalu ada ketika di WA ( whatsapp ), si wanita ini malah bisa-bisa sehari sekali melihat WA dan membalas pesan saya.

Bahkan Instagramnya pun tidak seperti wanita zaman now yang dikit-dikit upload aktivitasnya, selfie nya. Percaya atau tidak, tidak ada sama sekali foto selfienya, dan hanya 2 foto group bersama temannya itu pun diambil dari jarak mars ke bumi, jauh banget.. tidak kelihatan wajahnya.

Dan perjuangan saya untuk mendapatkan akun Instagramnya pun tidak mulus, bayangkan saya butuh waktu seminggu buat meyakinkan dia mau ngasih username Instagramnya. Dan setelah dapet ternyata isinya begitu doang... Oh Tuhan kau pertemukan aku dengan orang yang sangat membuat penasaran seperti halnya lagu bang Rhoma Irama.  Padahal kan tujuan saya minta Instagramnya agar saya bisa lebih mengenal dia, dan kalau misal rindu tidak terlalu ngenes karena bisa memandang wajahnya walaupun hanya lewat dunia maya. Kenyataanya dalam dunia maya pun aku tak mejumpainya hahahhahaha.

Dengan alasan susah diajak komunikasi dan di dekati itu pun saya beberapa kali memilih untuk mundur, tapi ketika melihat senyumnya ketika itu pula saya bertekad untuk mendapatkannya, sebuah paradoks dalam hal percintaan nyata adanya. Kampret....  Keraguan yang lama tidak saya rasakan akibat cinta, mulai menampakkan tanda-tandanya, saya ragu terus berjuang atau mundur mendapatkannya.

Hai kau wanita misterius, Sah saja bukan kalau aku menyebutmu ibarat trick sulap.  Dengan Senyum manismu kau membuka sebuah pertunjukkan lalu mengeluarkan kotak yang menyimpan berjuta trick, kapan saja siap membunuh dengan rasa penasaran yang kau tebar di panggungmu itu. Aku menikmati pertunjukkanmu dan aku pun terbunuh oleh rasa penasaranku terhadap trick pertunjukkanmu.



aku nyaman denganmu



Berawal dari sebuah pengadilan negeri saya bertemu dia, dia duduk sendirian entah memikirkan apa hanya diam. Saya dari pertama bertemu sudah ingin mengajak kenalan dan pada akhirnya memberanikan diri untuk mencoba sekedar basa basi.

"mau ngurus surat bebas tindak pidana juga mbak ?"

"iya mas" jawab dia.

dan pertanyaan yang ala kadarnya itu pun sukses berlanjut menjadi sebuah percakapan, kami pun menikmati setiap obrolan apa yang keluar dari mulut masing-masing.

setelah percakapan yang panjang dia pun beranjak dari tempat itu karena izin dari kantornya  cuman setengah hari dan sialnya saya lupa bertanya siapa namanya hahahaha.
 "asyik juga cewek tadi"  dalam hati saya.

setelah beberapa hari secara tidak terduga dia muncul lagi dihadapan saya, tepatnya saat tes CAT di BKN. kami pun mengobrol, aneh ada rasa nyaman. tapi menurut saya dia sudah punya pacar, pasti.... mana ada cewek semenarik ini masih jomblo. dilihat dari gerak geriknya juga menunjukkan iya dia punya pacar, dan yang paling buruk mungkin dia sudah bersuami.

untuk yang kedua kalinya saya lupa bertanya siapa namanya dikarenakan sibuk ngafalin materi buat tes.

setelah tes , rasa penasaran saya pun berlanjut tentang siapa dia dan statusnya apa, tapi setelah saya cari dia sudah pulang. perjuangan saya belum berakhir, saya cari instagramnya  berdasarkan pengumuman hasil tes tadi, satu persatu nama yang tercantum di papan pengumuman saya masukan kemudian saya search, tidak butuh waktu lama yes akhirnya saya mendapatkan instagramnya.

kemudian langsung saya follow, lega rasanya sudah tau siapa namanya. tidak berapa lama ada inbox masuk di instagram.

"eh kamu selamat ya buat peringkatnya"

kemudian disusul inbox lagi

"by the way kok follow, dapat darimana akunku ?”

"hmmmm anu...." jawab saya kikuk.

disini saya bingung harus jawab apa, hahaha kampret kan harga diri saya bisa turun kalau ketahuan diam-diam mencari tahu.

dengan jurus andalan mengeles sana sini, akhirnya saya tidak sebegitu malu hahahaha.

hari demi hari kami pun semakin intens berhubungan lewat chat, dan beberapa kali jalan mulai dari sekedar makan bakso sampai nonton bioskop.. dan aku mulai nyaman denganmu.

#bersambung




PELANTIKAN

pelantikan perangkat desa


Pada tanggal 23 Oktober kemarin saya ndak menyangka blas bakal di lantik oleh Kepala Desa sebagai Perangkat Desa, lah gimana saya yang biasanya mengkritik habis kebijakan-kebijakan Desa kok ya sekarang masuk dalam sistem mereka, bajindul. 

Apalagi saya di lantik di Desa tetangga semakin menjadi beban tersendiri buat saya, sebab pasti saya akan beradaptasi lagi bagaimana kultur desa ini. Meskipun hanya berjarak sejengkal dari desa saya tapi tidak memungkiri sempat membuat saya kepikiran. Kerasan tidak ya dengan orang-orangnya ? dan tempat tinggal saya yang baru ini? pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diri saya.

Sumpah malu gaes, yang biasanya cuman lihat di TV acara pelantikan kayak gini, sekarang saya yang mengalami, apalagi banyak orang yang menyaksikan. Sempat waktu gladi bersih saya sangat gugup sampai pemandu gladi bersih kesal dengan saya karena ndak bisa melaksanakan instruksi dengan baik. 

Tapi Alhamdulillah pada waktu pelaksanaan pelantikan berjalan lancar.

Setelah pelantikan, petaka pun dimulai, saya notabene nya perangkat desa yang baru disuruh naik panggung untuk joget dengan biduan yang aduhai smlohenya.. waduh bisa-bisa salah fokus ini. 

Bukannya ndak bisa goyang, tapi saya malu gaes.. jadi saya diam saja diatas panggung sambil memandangi mbak biduan yang bernyanyi jaran goyang, namun pertahanan saya goyah juga saat pak Kades meminta para perangkat desa yang baru untuk ikut bergoyang mengikuti alunan kendang yang keluar dari keyboard, maklum gaes organ tunggal bukan orkes hahahhaha.

Dan acara pun selesai dengan lancar, tapi saya sempat ragu, wong cuman pelantikan perangkat desa gini saja kok ya mewah tenan, apakah tidak berlebihan ?  

Namun saya juga yakin mungkin dengan acara seperti ini agar perangkat desa yang baru lebih dikenal oleh penduduk desa dan akan bekerja semaksimal mungkin untuk penduduk desa karena merasa mendapat dukungan dari para penduduk desa yang hadir.

Semoga saya dan beserta perangkat-perangkat desa lainnya mampu menjaga amanah ini dan mampu memajukan desa yang saya naungi....dan yang paling penting semoga ndak ada yang mengkritik kebijakan yang saya buat hahhahahaha.


Hidup kok ndak Visioner



kartun vector visioner




Berawal dari ngopi sama kawan-kawan lama, saya menjadi sadar kalau saya ini sudah semakin berumur dan hidup saya ndak Visioner bluas. hahahahahha.... 

Lah gimana ndak sadar, mereka pada ngomongin kalau nikah kayak apa, bingung nyari pinjaman buat DP rumah, cerita lucunya anak, sedangkan saya ? masih bingung mikir milih beli HP A atau beli HP B, bingung besok ngopi dimana, dan bingung besok pas ke perpus pinjam buku apa. Paham kan bagaimana perasaan saya waktu mendengar mereka ngobrol. hahahahahaha....

Dirasakan atau tidak, memang saya semakin kesini semakin merasa hidup saya ini ya gini-gini saja, ndak maju blas...

Apalagi kalau melihat instagram teman-teman saya yang pamer bagaimana keindahan hidupnya, dibilang iri ya iri, dibilang ndak iri tapi mangkeli hahahahha, dengan senyum-senyum biasanya saya melihat instagram mereka.

Apalagi kalau misal ketemu teman lama, pasti pertanyaan yang pertama adalah KERJA DIMANA ? duh Gusti mbok ya pertanyaan yang lain saja, biar saya bisa menjawabnya, kalau ditanya kerja dimana saya bingung jawabnya, karena dibilang kerja toh kenyataannya di rumah saja, kalau dibilang ndak kerja tapi alhamdulillah duit selalu ada (wkwkwk sombong dikit).

Pertanyaan lainnya yang susah jawabannya adalah KAPAN NIKAH ? come on gaes jangan menyakiti hati seorang jomblo macam saya dan mbok ya up to date gitu loh kalau bertanya, masa dari awal lulus SMA sampai sekarang pertanyaannya sama saja, saya ini sakjane juga pengen nikah gaes, tapi calonnya itu loh gaes yang ndak mau, lebih memilih cowok lain yang lebih tampan dan mapan dari saya wkwkwkwk.

Di tambah lagi selama saya membuat pesanan vector, 70% nya pesanan buat hadiah pernikahan, terkadang menggerutu sendiri kalau saya rasa cowoknya ndak pas "oalah yo, gantengan aku kemana-mana ni lakinya, masa iya dia saja udah nikah kok aku masih saja belum nikah". Itu membuat saya tetap optimis bahwa muka seperti saya ini masih bisa nikah. hahahahah

Dan sekarang saya mulai menyusun rencana-rencana kedepan, cukup sudah hidup ndak visioner sekarang jamannya hidup visioner agar bahagia ? tidak, cuman agar kalau lagi kumpul-kumpul saya bisa nyaingi teman-teman saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang gak penting semacam "pinjam uang dimana ya buat nyicil rumah"






Cerita Pagi Ini




gunung saat senja




Pukul 06:00 pagi saya menjemput Ibu kerja, melewati beberapa desa, saat melewati sebuah persawahan terlihat 3 Gunung berdiri gagah, Gunung Arjuna, Welirang, dan Penanggungan. Saya berhenti kemudian memandang pemandangan yang langkah ini 9 dikarenakan saya jarang bangun pagi hahahaha.....). Sesaat itu pun bayangan saya melayang jauh menembus waktu masa lalu dimana saya saat itu masih SMA, masih minim rasa berjuang, memiliki, dan mempertahankan sesuatu.

Objek pandangan saya memang sama 3 Gunung tersebut, tapi yang ada di otak saya sangat berbeda. Waktu itu saya hanya memandang dan mengagumi pemandangan tersebut, sama sekali tidak ada keinginan untuk melihat lebih dekat, mendaki dan semacamnya. 

Sekali lagi waktu itu saya sangat puas hanya memandang, tapi pagi ini tidak, saya tidak cukup puas jika hanya memandang, ada sesuatu di dalam hati saya, saya ingin melihat lebih dekat dan mendaki, dan jika di mungkinkan saya ingin ke puncak 3 Gunung itu. Dan mungkin akan saya lakukan beberapa waktu yang akan datang.

Memang saya tidak asing sama 3 Gunung tersebut, saya pernah ke puncak Gunung Penanggungan , saya pernah kemping di kaki gunung welirang, bahkan dulu waktu SMA saya sering ngopi di daerah sana. 

Ndilalah saya kok kepikiran menghubungkan dengan apa yang saya katakan diatas yaitu memandang dan mengagumi sangat berbeda dengan rasa berjuang, ingin memiliki, dan mempertahankan. 

Bahwa rasa sebatas memandang dan mengagumi dari jauh ya sekedar itu takkan pernah ada suatu pengalaman baru yang terjadi, sangat berbeda jika ingin berjuang, ingin memiliki, dan mempertahankan. 

Dan sekarang saya sadar kenapa jomblo sampai saat ini, tidak lain karena rasa berjuang, rasa ingin memiliki, dan rasa mempertahankan saya sudah lama hilang sudah di gondol sama yang lama... hauhahahahah malah curhat. 

Alarm jam tangan saya berbunyi menandakan jika sudah waktunya Ibu saya keluar pabrik, saat itu pun saya membuyarkan lamunan dan renungan lalu menancap gas, gawat kalau saya sampai terlambat menjemput Ibu, ndak etis sekalinya jemput malah terlambat heuehueheuheue.



Gunung Pundak Bagi Pemula



Gunung Pundak adalah salah satu gunung yang berada di Kab. Mojokerto, dekat dengan tempat wisata Trawas dan Pacet, jika kalian mempunyai rencana kesana ya langsung kesana saja, Ha...ha...ha.

Gunung Pundak ini, saya rasa masih belum seterkenal Gunung Welirang, Arjuno, dan Penanggungan. Karena saya juga baru akhir-akhir ini tahu kalau ada Gunung yang bernama Pundak, ya maklum selama ini saya tahunya lagu kepala-pundak-lutut-kaki. He...he..he.

Selain itu, pengunjung Gunung Pundak juga tidak seramai tiga gunung yang saya sebutkan diatas, bahkan saya waktu naik tidak ketemu orang sama sekali, ya kecuali rombongan saya. Barulah di puncak ketemu beberapa pendaki yang sedang berkemas untuk turun, dan rombongan satunya sibuk mendirikan tenda.

Selama perjalanan hampir seluruh jalur yang saya lewati tidak disinari matahari alias TEDUH, yap pohonnya masih rimbun gaes, malahan ada beberapa titik jalur yang harus “mbrasak-mbrasak” untuk melewatinya. Jadi meskipun saya naiknya jam 10 pagi tidak merasa kepanasan blas, beda dengan Gunung penanggungan jalurnya panas pol-polan. 





Jalur Gunung Pundak
kondisi jalur pendakian gunung pundak




Pendakian Gunung Pundak
masing-masing lagi sibuk memfoto objek di tengah jalur pendakian Gunung Pundak


foto di jalur Gunung Pundak
wefie di tengah-tengah jalur Gunung Pundak





Apalagi saat mendaki saya dan rombongan ditemani oleh kabut dan mendung, jadi semakin teduh malahan cenderung gelap suasana jalur pendakian.

Bagi pemula gimana ?

Sangat disarankan bagi pemula kalau mau naik gunung ya ke Pundak saja, karena treknya cenderung bersahabat, tidak panjang dan tidak terlalu nanjak, sangat berbeda dengan Gunung Penanggungan yang lebih panjang dan naiknya berasa dengkul ingin copot. tapi tetap hati-hati gaes karena ini alam bukan rumah. 




Selfie di Puncak Gunung Pundak
saya berfoto dengan papan tanda puncak Gunung Pundak





Menikmati pemandangan Gunung Pundak
Menikmati pemandangan Puncak Gunung Pundak walaupun di selimuti kabut

menikmati pemandangan Gunung Pundak
nyantai dulu di puncak Gunung Pundak

ngopi di Gunung Pundak
berkumpul di puncak Gunung Pundak di temani kabut



Setelah mengambil beberapa foto dengan papan penanda puncak dan foto narsis lainnya, gerimis dan kabut seolah mengusir saya, secara sengaja saya ndak bawa tenda atau flysheet bahkan jas hujan, dikarenakan memang niatnya untuk tek-tok (setelah puncak langsung turun). 

Sekitar pukul 15:00 saya turun dari puncak, barulah di perjalanan turun saya bertemu 4 rombongan yang mau naik, banyak ceweknya pulah. Batin saya menggerutu “lah kok ndak daritadi di puncak pas nyantai sih ketemu pendaki cewek gini kan lumayan buat penawar rasa lelah kampret”. Saya pun hanya bisa mencium sisa-sisa aroma parfumnya yang aduhai, saya sempat bingung juga para cewek-cewek ini mau naik gunung apa ke mol sih kok wangi amat. Ha...ha....


jalur saat turun Gunung Pundak
gaya saat turun

Saat ditengah-tengah perjalanan turun penyakit ujung kaki saya kumat lagi, padahal saat naik baik-baik saja. Mungkin dikarenakan saya memakai sepatu yang ngepas dengan kaki saya, jadi saat turun ujung kaki ndak ada ruang buat bergerak jadi nabrak ke ujung sepatu bagian dalam. Berungkali saya berhenti sebentar untuk mengistirahatkan ujung kaki saya, takutnya kalau dipaksa terus berjalan kuku kaki saya akan patah atau terlepas.

Sambil menahan rasa sakit di ujung kaki, saya berjalan pelan-pelan sambil sesekali selorotan atau ngesot, karena memang beberap spot ada yang curam, maklum lutut saya masih ada pen titaniumnya jadi kalau turun agak curam sedikit ndak bisa, harus selorotan. 

Kurang lebih memakan waktu 1,5 -2 jam an untuk turun, saya kira ini tergolong cepat dengan kondisi saya yang masih pemula naik gunung. Saya pun dengan teman-teman mengakhiri pendakian tipis-tipis dengan gembira, Dan perjalanan saya ke Gunung Pundak pun di tutup dengan makan bakso di jalan arah wisata pacet. Enak tenan.....

Sumber Jenon sebuah destinasi alami


Terkadang liburan yang mengasyikan adalah liburan yang tidak direncanakan, karena sering sudah merencanakan liburan sangat matang bahkan sebulan sebelumnya booking segala perlengkapan eh ujung-ujungnya GAGAL BERANGKAT. Sedangkan kemarin ndak sengaja diajak oleh teman untuk liburan ke daerah malang, awalnya sih males-malesan karena mikir ribet juga, dan tujuannya pun hanya sekedar kolam alami yang notabenenya saya sudah pernah ke tempat macam itu.


Ini buktinya baca di liburan ke malang.


Ternyata sesampai disana waw keren men, semacam kolam pribadi suasananya sepi, dan rimbun banyak pohonnya, yang awalnya males-malesan setelah melihat tempatnya tiba-tiba semangat, sumpah  keren warna airnya yang kebiru-biruan cenderung ketosca-toscaan ngajak nyebur mulu.

suasana sumber jenon
teman saya menikmati tiduran di atas air bag


Tapi setelah saya nyebur langsung naik lagi, kampret gak kuat airnya dingin sekali gaes. Pantesan ada beberapa orang yang daritadi nyelem pake wet suit, itu loh pakaian diving kayak di tipi-tipi. Sebagai seorang lelaki jantan saya nyebur lagi,  malu dong di lihatin cewek-cewek tapi ndak berani nyebur, kali ini agak mendingan dinginnya tubuh saya mulai bisa beradaptasi.

pemandangan sumber jenon
mau milih selendang bidadari yang mau dicuri


di sumber jenon, ada beberapa spot renang ya walaupun masih satu kolam sih, yang pertama yaitu spot dangkal, tapi menurut saya spot dangkal ini ndak rekomended bluas, karena berupa pasir-pasiran dan batu-batuan kecil. Kalau nyelem pun palingan cuman lihat ikan-ikan doang, ndak ada keistimewaan pemandangan dibawah airnya.

nah yang spot kedua ini maknyus gaes, dalamnya sekitar 3,5 meter. Jadi khusus bagi yang bisa renang ya gaes, kalau misal ndak bisa renang ndak papa juga sih kalau pengen tubuhmu akhirnya diciduk pake gala huahahahaahha.

di spot kedua ini kalau nyelem wuih pemandangannya keren gaes, ada pohon besar yang tenggelam di dalam kolam, tapi ndak didasar kolam loh ya, kayak nyender gitu. Biasanya orang-orang kalau nyelem ya melewati bawah pohon tersebut.

air sumber jenon
spot diatas gua dan pohon, sayang ndak kelihatan keindahan dibawahnya


Selain ada pohonnya, juga ada semacam gua didalam air, temen-temen yang mencoba masuk kedalam katanya gelap dan guanya semakin menyempit, kalau ndak pake tabung oksigen kayaknya ndak bisa kalau masuk terus, cuman sebatas bolak-balik keluar masuk saja.

Sayang sekali saya masih ndak bisa nyelem sampe dasar dan masok ke goa kayak orang-orang karena telinga saya sakit dan nggak mampu melawan besarnya gaya tekan keatas, udah berusaha ke bawah eh tau-tau masih saja diatas sampe nafas habis hahahahaha. Jadi saya sebatas menikmati keindahan Sumber jenon hanya snorkling saja.

bidadari sumber jenon
view sumber jenon jika di foto di sebelah spot dalam


Sebenarnya sih pengen berlama-lama di dalam air, cuman badan saya sudah keriput semua, apalagi temen-temen pada naik semua, dan saya mencoba sendirian di kolam sambil lihat bawah serem gaes, takut ada yang narik, terpaksa menyudahi kesenangan saya.

Tapi saat saya dan teman-teman sudah mentas dari kolam, eh ada beberapa anak yang dengan enaknya mandi pakai shampo didalam kolam, kampret, apalagi bungkus shamponya juga di buang di kolam, ini nih yang membuat alam kita rusak. Sayang banget kan sumber air alami yang jernih jadi tercemar bahan-bahan kimia. Ya walaupun mereka penduduk sekitar dan sudah biasa mandi di situ seharusnya bisa ikut menjaganya juga. 

Jadi intinya kalian kalau main ke Sumber jenon harus bisa renang, ya minimal ngambang lah, karena sumpah nyesel banget kalau kalian ndak melihat keindahan bawah air nya yang spot dalam. Dan yang paling penting jagalah kearifan lokal nya, jagalah alamnya, jangan merusak dengan cara-cara kampungan seperti membuang sampah sembarangan, mencemari air dengan bahan-bahan kimia gaes.

oh ya sebagai informasi, tiket masuk nya gratis, cuman membayar parkir saja seharga 5000 rupiah.




Orang Indonesia yang tidak makan nasi


vector nasi
ilustrasi buatan sendiri


Makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, begitu kata guru SD saya dan itu di amini oleh slogan penduduk Indonesia yang sering kita dengar "nek gak sego gak mangan" (arti: kalau tidak nasi ya namanya bukan makan). Memang benar, saya kalau ndak makan nasi kok rasanya masih lapar walaupun sudah makan bakso ataupun gado-gado. dan saya awalnya berfikir bahwa hal itu juga di rasakan semua orang Indonesia. 

Tapi tunggu dulu, pemikiran saya langsung sirna semenjak saya satu kontrakan dengan teman kuliah saya, dia cerita kalau dari kecil sampai kuliah ndak makan nasi sama sekali, busyet ini orang, saya ndak percaya begitu saja dong.

Hari pertama saat kita satu kontrakan saya diam-diam mengamati dari pagi sampai malam apa saja yang dia makan, dan benar dia memang tidak makan nasi sama sekali, pagi dia hanya makan beberapa potongan tempe,  kalau siang dia makan roti di warung, dan malamnya dia bikin mie instan.

Ah mungkin hanya sehari ini saja dia ndak makan nasi, keesokan hari nya saya amati lagi tingkah laku dia saat makan, dan ternyata sama.

Setelah seminggu berlalu, dia makan-makanan yang sama, cuman di bolak-balik waktunya. saya sekarang percaya bahwa dia memang ndak makan nasi, tapi kok bisa ya, padahal tubuh dia pun gendut, ndak mencerminkan sama sekali bahwa dia ndak doyan nasi, sendangkan saya yang suka makan nasi tetep saja kurus.

 kok bisa ya.

Sempat saya bersekongkol sama teman-teman satu kontrakan memancing untuk dia makan nasi, tapi hasilnya nihil, dia malah mau muntah dan marah. 

Memang sih kata dokter sekarang ini, nasi memang ndak baik buat tubuh, kan sempet tuh pemerintah menggalangkan gerakan tidak makan nasi sehari dalam seminggu. Karena diyakini bahwa nasi adalah sumber penyakit yang saat ini lagi trend yaitu diabetes. Tapi kalau ndak makan nasi sama sekali kok sawangannya bukan orang Indonesia hahahahha.

Jadi ingat mbah saya yang pernah cerita bahwa jaman belanda dulu nasi sulit didapat, nasi pada waktu itu menjadi barang mewah, makanan sehari-harinya adalah pohong dan telo ( ketela pohon dan ketela rambat), pokoknya segala macam umbi-umbian lah. Dan anehnya pada waktu itu ndak ada orang yang sakit-sakitan, sehat semua. 

yang aneh adalah walaupun nasi diyakini menyebabkan diabetes dan penyakit-penyakit lainnya mengapa masih dijadikan makanan pokok oleh orang Indonesia ? mungkin slogan "nek gak sego gak mangan" sudah terpatri disetiap insan orang indonesia hehuehuheuehue. Atau memang Orang Indonesia suka sakit-sakitan ?. hahahhaha

Ah sekarang saya jadi berfikir untuk menjadi bagian dari Orang Indonesia yang tidak makan nasi. 






Gus Mus dan Cak Nun

Baru-baru ini Negara Indonesia gaduh oleh perdebatan Ulama yang benar-benar ulama dan Ulama yang hanya penampilannya saja ulama tapi sikapnya tidak mencerminkan ulama, dua kubu yang saling berdebat dan membenarkan pendapatnya masing-masing, tapi tenang saya ndak akan terjebak dalam lingkup tersebut, disini saya tidak akan memperdebatkan mana yang benar  dan salah, saya disini cuman akan membahas siapa yang saya anggap sebagai teladan saya. Yaitu Gus Mus dan Cak Nun.

Caknun


vector caknun
karya vector saya untuk persembahan ke Jannatul Maiyah dan ulang tahun Caknun


Cak Nun memiliki cara berpikir yang asyik, adem, dan mengayomi. untuk itu saya kali ini mau cerita pertama kali saya ikut pengajiannya CakNun atau lazim disebut Maiyah-an. Saya sudah ikut aktif maiyahan kurang lebih 2 tahun, sebenarnya saya sudah sering melihat di youtube dari tahun 2011 an, tapi hanya sekedar melihat di youtube ndak pernah ikut langsung. 

Dan saya berkesempatan ikut pertama kali diajak oleh tetangga saya, ndak nyangka saya langsung jatuh cinta pada Maiyahan, pada caknun, dan pada pembahasan-pembahasan yang disampaikan. saya seperti mendapat jawaban-jawaban yang selama ini saya pertanyakan pada hati saya. 

Tapi kalau ditanya "emang apa yang sampean tanyakan tip, dan jawabannya apa ?" jujur saja saya ndak bisa menjawab, karena ndak bisa diungkapkan dengan kata-kata, semacam kepuasan, entah bagaimana saya menjelaskannya huheuheuheue. 

Dua Tahun ini saya mendapat banyak pelajaran bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya , bagaimana menghadapi kehidupan yang semestinya, dan bagaimana mencintai Allah tanpa embel-embel ingin imbalan. walaupun memang susah mengamalkannya. Dan saya masih jauh dari itu semua.

Menurut saya Cak nun itu ibarat payung, yang bisa menasehati tanpa menggurui para bajingan-bajingan, dan bajingan-bajingan tersebut merasa dihargai sebagai manusia, sifat bajingannya pun luntur berganti dengan sifat manusianya. Bayangkan jika bajingan-bajingan di tunjukkan kebajingannya maka akan semakin menjadi bajingan, sifat manusia nya akan semakin hilang.

Bisa dilihat dari yang datang maiyahan, pakaiannya ndak karu-karuan, ada yang reggae, ada yang punk, ada yang tattoan, dan lain-lain. Mungkin di pengajian-pengajian lainnya orang-orang yang seperti itu akan di cap negatif. tapi di maiyahan tidak, kita semua sama, sama-sama belajar menjadi lebih baik.

Gus Mus


vector gusmus
vector gusmus buatan saya  sendiri


Gus Mus selain ulama juga penulis buku dan puisi, khusus puisi nya seringkali berseliweran di sosial media, saya sangat suka puisi-puisi gusmus,  puisinya seperti mewakili suara saya. tidak hanya puisi, status facebooknya pun seringkali dibagikan ribuan kali.

Gus mus menurut saya kalau ceramah paling adem, dan sepengetahuan saya ndak pernah menyalakan golongan tertentu, mungkin karena dia orang NU jadi ke Nu annya dijaga, yaitu ceramah dengan lembut, dari hati ke hati. Bahkan Gusmus pernah mbrebes mili (menangis) waktu pemilihan ketua PBNU.

Dalam salah satu ceramahnya Gusmus pernah bercerita "kemesraanya" dengan almarhum Gusdur sewaktu menempu ilmu di Mesir yang menyiratkan memang mereka bersahabat sejak lama.

Itulah pembahasan singkat dari saya atas dua orang yang menjadi teladan saya, kalau mau lengkap ya cek google saja huehuehuehue....




Semua Akan Ndangdut Pada Waktunya

vector biduan dangdut


Dulu waktu kecil, saya ndak kedugo blas sama yang namanya ndangdut. Lagu nya orang kampung. Tapi pada suatu hari mbah saya yang fans garis keras ndangdut berujar "wes talah le, jange iku wong wong seneng dangdut kabeh, termasok kowe". tentu saya ndak percaya waktu itu, menganggap hanya kicauan mbah-mbah. 

waktu terus berlalu, mulai dari karaoke teman-teman saya nyanyinya dangdut, nongkrong di warung kopi lagunya dangdut, otak saya mulai teracuni, mulai mencari-cari siapa yang nyanyi dan apa orkes melayu nya, dan tentu diam-diam melihat di youtube.

Meskipun saya tertarik sedemikian rupa, saya masih ndak suka-suka amat, hanya sebatas penasaran dan sesekali manggut-manggut menikmati kendang musik dangdut.

Dan titik balik itu pun semakin nyata Semenjak mendengarkan Tasya berduet dengan Gerry, pukulan kendang cak met, dan munculnya lagu JARAN GOYANG, sekarang saya percaya bahwa SEMUA AKAN NDANGDUT PADA WAKTUNYA . Hahahahahaha

Sekarang ndangdut sudah masuk kedalam darah saya, yap saya mulai hafal nama biduan-biduan dangdut jawa timur, mulai menikmati musik dangdut dan mulai bisa berkomentar kalau orkesnya ndak enak.

sekali lagi saya akan mempertegas  SEMUA AKAN NDANGDUT PADA WAKTUNYA... heuheuehuehue 

Ketemu Mantan

"Loh arek iki" kata dia sambil menyalami saya yang masih terbengong-bengong karena kaget ketemu mantan.

Ya bagaimana lagi, teman saya yang menikah juga temen suami dia, jadi sudah saya prediksi kita bakal ketemu, yang saya ndak habis pikir adalah dia kok semakin cantik ya. hahahahahaha. Sayang sekali dia datang bersama SUAMI nya, mungkin kalau dia datang sendiri saya bisa melancarkan spik spik iblis agar dia mau berlama-lama ngobrol dengan saya, hahahahahaha.

Gimana ya gaes, naluri memiliki saya masih ada kalau katemu mantan yang naudzubillah cantiknya. Salah satu nya adalah dia.

Dan enak-enaknya ngelamun tentang kecantikan dia, tiba-tiba MC orkes yang sedari tadi asyik bicara nyebut nama saya "ayo untuk bapak Latif silahkan naik ke panggung, atas permintaan kedua mempelai pengantin".

Bajingan !, mau ditaruh mana muka saya, ada se onggok mantan yang cantik bersama suaminya, kemudian saya nyanyi dangdut dengan biduan sambil bergoyang, lalu dia ngomong ke suaminya " untung ya pa, aku nikah sama kamu, tuh liat mantan aku malu-maluin goyang sama biduan" tidak bisa dibayangkan bagaimana citra saya dimata dia, prinsip saya walaupun sudah jadi mantan harus tetep terlihat elegan.

Sebelum semua itu terjadi, maka saya langsung ngibrit pulang.

Sementara itu sang MC dan Biduan masih sibuk mencari-cari dimana bapak Latif berada.


lari diajak biduan naik panggung
ilustrasi saat saya ngibrit pulang



Manipulasi Mantan






Mantan ini sangat pandai memanipulasi perasaan saya, ya yang awalnya saya ndak cinta sama sekali, bisa membuat saya merasakan jatuh cinta seakan-akan cinta mati. Setelah saya telaa, saya akhirnya tau cuman terjebak dalam jebakan yang dia buat, entah ia melakukan secara sadar atau tidak. Analoginya gini, kalian awalnya makan rumput doang, lalu semenjak pacaran kalian dikasih makan daging doang sama dia, mau ndak mau kalian akan makan daging, terbuai akan ke-enakan daging tersebut, tapi kalian lupa bahwa sebenarnya makanan kalian adalah rumput, lupa rasanya rumput.

Sedang enak-enaknya makan daging, lalu tiba-tiba kalian ndak dikasih daging lagi malah dikasih rumput lagi, ya hanya rumput seperti sedia kala. Kalian pasti protes, pasti akan mencari-cari dimana daging yang dia berikan selama ini, kok jadi rumput lagi. Saya mengalaminya, saya kehilangan daging itu, saya terjebak memilih antara diam sambil mencari-cari sendiri daging tersebut, atau saya protes ke dia mengapa kok ndak ada daging lagi, dan bertanya dimana daging tersebut. 

Tapi pada dasarnya keduanya merupakan pilihan yang sama, sama-sama membuat saya takut kehilangan daging itu dan bersikap semakin dalam, semakin menurut sambil berharap akan diberikan daging lagi. Padahal daging itu ndak akan pernah dikasih lagi. Kejam ? memang iya. 

Dengan perasaan saya bersalah meratapi nasib , lalu muncul pertanyaan mengapa ini terjadi kepada saya ?. Saya tersiksa, saya ingin makan rumput lagi tapi itu sudah terlambat, saya ndak bisa makan rumput lagi, di otak saya hanya daging dan daging. Seakan-akan saya akan mati kalau ndak makan daging, padahal aslinya tidak.



Lalu daging itu dikasih ke orang lain, dengan itu saya akhirnya tahu bahwa daging yang saya harapkan dari dia ndak akan pernah lagi saya dapatkan, yap. Tapi itu sangat-sangat menampar dan membuka mata bahwa saya harus mau ndak mau makan rumput lagi agar tak semakin menderita. 

Dengan susah payah akhirnya saya bisa melupakan rasa daging tersebut, dan makan rumput lagi. Pelajaran yang sangat berharga. 

Dan kemarin saya ndak sengaja membaca buku “kalian pelaku atau korban manipulasi”, buku dengan cover bergambar kepala kambing dan kepala anjing yang disamarkan menyerupai badan kambing tersebut sukses membuat saya manggut-manggut, geleng-geleng. Ndak nyangka isi buku tersebut sama persis dengan apa yang saya alami beberapa bulan terakhir.

Ternyata kita dalam keadaan sadar atau ndak sadar sering menjadi korban manipulasi orang, bahkan kita sering juga menjadi pelaku. 

Dan sekarang sekali lagi saya harus berterima kasih kepada mantan yang sudah memberikan pelajaran berharga, dan memberi ilmu baru yang berguna dalam kehidupan saya huehueheuhue.